oleh

10 Tahun Empat Anak di Warunggunung Mengidap Penyakit Aneh

CHANELBANTEN.com- Empat anak yakni Asep Miftahudin (24), Narwiatul Qomariah (16), Hawasi Muhammad (14) dan satu masih berusia Balita, M.Tajul Arifin (3) dari pasangan Ade Muhammad Ishaq (52) dan Ainul Mardiah (42) warga Kampung Cibuah Talang RT 10,RW03, Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, mengidap penyakit aneh.
 
Empat anak tersebut memliki kelainan fisik atau bentuk tubuh  yang tak lazim, tubuhnya kurus seperti orang yang kekurangan gizi.
 
Ade Muhammad orang tua dari empat anak tersebut adalah seorang Ustadz  (guru) ngaji di Daerah itu.
 
Ia mengaku, memiliki delapan anak, namun hanya empat anak saja yang mengidap penyakit aneh itu. 
 
” Kurang lebih selama 10 tahun mereka mengidap penyakit aneh tersebut,” kata Ade kepada chanelbanten di rumahnya, Kamis (8/3/2018).
 

Baca juga:

430 KK Warga Miskin di Lebak Dapat Bantuan RTLH

Cegah Campak dan Rubella, 13.012 Anak Di Malingping Diimunisasi

 
Masih kata Ade, empat anaknya itu pernah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo di Rangkasbitung untuk mendapatkan pengobatan dan ingin mengetahui penyakit apa yang telah menyerang anak-anaknya itu.
 
Namun sayang, kata Ia, dokter pun  tidak dapat mendeteksi penyakit yang mengidap ke empat anaknya itu.
 
” Malah dokternya menyarankan agar pasien tersebut dirujuk ke rumah sakit Fatmawati Jakarta. Karena keterbatasan  biaya yang tidak memungkinkan, akhirnya  empat anak saya ini terpaksa tidak jadi dirawat. Mereka sekarang terbaring sakit  dirumah saja,”keluhnya.
 
Ade berharap Pemerintah setempat dapat membantu biaya pengobatan untuk penyembuhan anaknya itu.”Selama 10 tahun belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah baik Kabupaten maupun Provinsi,”harapnya.
 
Sementara Sekretaris Desa (Sekdes) Cibuah, Kiki mengatakan,  pihaknya dan pihak  puskesmas setempat sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan bantuan dan membawa ke rumah sakit, namun mereka (Keluarga Ade)  tidak pernah mau. Bahkan  ketika hendak dibawa ke posyandu pun tidak pernah menghiraukan. 
 
“Kami bersama puskesmas sudah berusaha namun tidak menghiaraukannya. “kata Sekdes
 
Menanggapi hal itu, Kasubag Tata Usaha (TU) Puskesmas setempat, Nuryani mengaku belum mengetahui perkembangan saat ini, namun petugas bidan desa sudah melakukan pelacakan sejauhmana perkembangannya. 
 
“Kami belum mengetahui keadaan saat ini, tapi petugas bidan desa sudah terjun dan melakukan pelacakan. Sebelumnya sudah di tangani dan di rujuk ke rumah sakit umum untuk perawatan lebih lanjut,” pungkasnya. (Iik/APK) 
 
 
 
 

Berita Lainya