oleh

365 Warga Gunungkencana ikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat

CHANEL BANTEN.com – Sedikitnya 365 orang pemuda pemudi Kecamatan Gunungkencana selama 8 hari mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat yang di selengarakan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI). Bertempat di Desa Gunungkencana Kabupaten Lebak.

Materi Diklat diantaranya pelatihan Instalasi Listrik,Las dan Air Condicioner ( AC ).juga materi interpreneur, pengembangan diri dan wawasan kebangsaan.

Dalam acara pembukaan,Wakil Ketua 3, Budi Kartika SSIT mengatakan Pemerintah memberikan program pendidikan membentuk skill masyarakat sebagai solusi agar warga Kecamatan Gunu gkencana memiliki keahlian yang bisa digunakan dan berdaya saing untuk bekal dirinya sendiri agar bisa mandiri.

“Masing-masing dari kementerian memiliki program pelatihan ini. Mari, kita manfaatkan program ini untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dan mengurangi jumlah pengangguran,” katanya.

Baca Juga : Puluhan Anak di Gunungkencana Dikhitan

Dia menilai, Indonesia memiliki tantangan dalam meningkatkan kemampuan daya saing SDM yang sesuai dengan kebutuhan di industri. Terlebih, pada era globalisasi yang membawa dampak ganda. selain membuka kesempatan kerja sama antar negara juga berdampak pada persaingan yang semakin ketat.

Ia juga berharap, pembekalan keahlian yang diberikan memberikan peluang bagi masyarakat untuk masuk ke dalam industri yang membutuhkan dan menjadi wirausaha yang mumpuni di bidangnya.

“Kita fasilitasi masyarakat yang akan bekerja atau wirausaha. Kita melakukan pemantauan kepada peserta dan ditempatkan ke industri yang membutuhkan,” tuturnya.

Sementara itu Penanggung Jawab kegiatan Ika menjelaskan, kegiatan program pelatihan pemberdayaan masyarakat tersebut dimaksudkan untuk memberikan bekal kemandirian kepada peserta agar bisa mandiri dan mempunyai skil.

“Setelah peserta selesai mengkuti diklat , diharapkan mempunyai Skil serta kemandirian hidup.” Jelasnya didampingi rekanya Miftah kepada ChanelBanten Kamis ( 24/1/2019 ).

Menurutnya ,STPI membuka program pelatihan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat fokus pada warga yang belum memiliki keterampilan bekerja.

Selain mengajarkan Las, Instalasi listrik dan Service AC, puhaknya memberikan wawasan kebangsaan dan enterpreuner agar peserta memiliki jiwa nasionalisme dan wirausahawan.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut dilakukan oleh Badan Pengembangan SDM Perhubungan di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan melibatkan 360 orang peserta tidak hanya dari Kecamatan Gunungkencana saja tapi juga diluar GunungkeGunungselama 8 hari ,dengan harapan peserta menggunakan skill tersebut sebagai modal untuk bekerja dan membuka usaha.

Dari pantauan Chanelbanten peserta mengunakan seragam berbeda dengan masing masing kelas tampak antusias mengikuti materi diklat. ( Yaya )

Komentar

Baca Juga