oleh

Aktivis GMNI Tuntut Pemerataan Pembangunan di Lebak

CHANELBANTEN.com –  Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Lebak, menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Pemda Lebak. Aktivis GMNI tersebut menuntut DPRD dan Bupati Lebak melakukan pengawasan terhadap pabrik yang merusak alam khususnya di wilayah Kabupaten Lebak bagian selatan (Baksel).
 

Aksi aktivis GMNI mendapatkan pengawalan dari aparat keamanan. Sebelumnya, mereka melakukan long march di Jalan RT Hardiwinangun, Jalan Iko Jatmiko, dan Jalan Abdi Negara. Para aktivis mahasiswa tersebut membentangkan poster yang berisi berbagai tuntutan kepada pemerintah. Tidak hanya itu, beberapa aktivis GMNI melakukan orasi secara bergantian di sepanjang jalan dan di depan pendopo Bupati Lebak.

“Kabupaten Lebak di usianya ke-189 masih dikatakan daerah tertinggal, tolak ukurnya dari pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Rusaknya kawasan pantai sawarna yang disebabkan kegiatan pabrik yang berdiri disekitarnya harus menjadi bahan kajian pemerintah daerah agar alam di Lebak tidak rusak,” tegas Koordinator aksi Sandi Maulana, Senin (4/12/2017).
 
Menurut Sandi, di hari jadinya Lebak ke-189 pembangunan infrastruktur jalan masih belum menyentuh daerah desa terpelosok, pembangunannya masih jauh dari harapan salah satunya jalan di Cikaratuan dan Desa Cikaret, kecamatan Cigemblong.
 
“Infrastruktur jalan di daerah tersebut tidak tersentuh oleh Pemkab, hingga jalan tersebut masih tanah dan akses menuju kota sangat sulit. Ini salah satu contoh matinya fungsi pengawasan DPRD dengan anggaran reses tunjangan makin bertambah tapi fungsinya tak sebanding,” beber Sandi.
 
 
Untuk itu, GMNI menuntut Pemkab Lebak melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur dari desa ke kota, hentikan pembebasan lahan dan memaksimalkan pengawasan DPRD dilapangan.
 
GMNI juga medesak pemerintah lebih memerhatikan tenaga pendidik dan memaksimalkan pembangunan sarana pendidikan di daerah pelosok, bangun rumah sakit terutama didaerah pelosok dan perhatikan petani dan nelayan di Lebak.
 
GMNI mengancam, jika tuntutan kami tidak ditanggapi maka GMNI dengan tegas menolak memilih anggota legislatif dan eksekutif yang tidak produktif,”tegas Sandi Maulana. (Adit)

Berita Lainya