oleh

Aktivitas Bacthing Plant di Panimbang Dianggap Timbulkan Polusi Udara

CHANELBANTEN.com – Sejumlah warga di Kecamatan Panimbang, mengeluhkan aktivitas perusahaan produksi bahan baku beton ready mix (batching plant) PT Jayamix di Kampung Mekarjaya desa/kecamatan setempat. Sebab, selain diduga tidak berizin, perusahaan sudah beroperasi sejak empat bulan terakhir itu dituding sebagai penyumbang polusi udara bagi warga setempat.

Salah seorang warga, Samsudin (48) mengaku sangat terganggu dengan adannya perusahaan batching plant diwilayah tersebut. Karena, sejak perusahaan itu beroperasi polusi udara diwilayah sekitar menjadi kurang baik. Bahkan, akibat tingginya volume keluar masuk kendaraan akses infrastruktur jalan di wilayah itu menjadi rusak.

“Setiap hari udara disini pekat oleh debu. Warga juga merasa terganggu dengan bisingnya suara mesin produksi batching plant dan juga kendaraan proyek yang hilir mudik,” katanya, Ahad (19/11/2017).

Menurut dia, di musim hujan seperti sekarang ini, hampir sebagian besar jalan dalam kondisi becek dan berlumpur. Kondisi tersebut tentu sangat menganggu para pengguna jalan, bahkan yang lebih parah akibat kondisi jalan yang becek kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Dimusim kemarau aktivitas batching plant mengakibatkan debu dan itu bisa menganggu kesehatan warga.

“Disekitar pintu masuk batching plant juga tidak terlihat petugas yang mengatur kendaraan yang keluar masuk, sehingga kerap menimbulkan kemacetan,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, perlu juga itu dipertanyakan izinya dan analisasi dampak lingkungan (amdalnya) aktivitas perusahaan itu. Sebab, warga sudah mempertanyakan kepada pihak desa tetapi tidak mendapat respon. Sehingga patut diduga aktivitas batching plant tidak mengantongi izin atau illegal. “Warga tidak merasa memberikan izin atas pembangunan batching plant itu,” ujarnya.

Sementara, Kepala Satpol PP Pandeglang, Dadan Saladin mengatakan, dari laporan pengelola memang operasional perusahaan itu belum memiliki izin, karena operasionalnya hanya bersipat sementara tidak permanen dan akan selesai akhir Desember 2017 nanti, tepatnya selama pekerjaan pengecoran jalan di wilayah Pandeglang Selatan berlangsung saja.

“Itu hanya sementara, selama proses pengerjaan cor di wilayah Pandeglang selatan aja. Tetapi, kita tetap menekankan agar tetap memiliki izin lingkungan dari warga setempat dan koordinasi dengan pihak terkait di lingkungan Pemkab Pandeglang,” katanya. (Gus Saydan)

Berita Lainya