oleh

Aktivitas Tambang Pasir di Wisata Pulomanuk Ilegal

CHANELBANTEN.com l Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin mengaku telah melakukan bedkomunikasi dengan pihak Perum Perhutani terkait area wisata pantai Pulo Manuk Kecamatan Bayah yang dirusak oleh keberadaan aktivitas tambang pasir.

Berdasarkan informasi dari Perum Perhutani, kata Imam, tambang pasir itu diduga ilegal, karena pihak perizinan pun tidak akan sembarangan memberikan izin tambang, terlebih lokasinya berada di kawasan wisata. Namun demikian menurutnya, yang memiliki kewenangan untuk melakukan penertiban adalah Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten.

“Kalau dari pihak Perum Perhutani, mereka juga tidak ada konfirmasi terkait hal itu, dan kemungkinan ilegal gak ada izinnya. Kita juga akan melakukan komunikasi ke Distamben Provinsi, karena terkait tambang bukan kewenangan Dispar,” kata Imam kepada awak media, Selasa (02/07/2019).

Ia pun mengaku menyayangkan hal tersebut, karena menurutnya, dengan adanya aktivitas tambang pasir itu, konskowensinya dapat dipastikan alam menjadi rusak. Hal ini kata Imam, bertentangan dengan visi misi Bupati Lebak yang tengah menggaungkan destinasi wisata.

“Konsep kita ekowisata, apalagi saat ini kita sedang mendorong geopark Bayah dome bersama komunitas Lebak Selatan, itu salah satunya untuk menjaga alam lingkungan agar tidak rusak,” tandasnya.

Imam juga meminta kepada para pelaku usaha tambang pasir agar tetap mengikuti aturan yang ada. “Berusahalah sesuai dengan peraturan perundang undangan, tempuh ijin yang legal. Dan saya yakin kalau persyaratan ijin lingkungan, kalau itu di daerah strategis pariwisata, masyarakat gak akan merekomendasi,” tukasnya. (RED)

Komentar

Berita Lainya