oleh

Ancam Keselamatan Warga Citaman, Warga Minta Tower Diduga Milik Telkomsel Diruntuhkan

CHANELBANTEN.COM| Base Transceiver Station (BTS) atau biasa disebut Tower yang diduga milik Telkomsel yang berlokasi di Kampung Panghadangan RT04, RW06, Desa Citaman, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten dikeluhkan oleh warga setempat.

Warga setempat, Muhi mengaku resah atas berdirinya BTS milik Telkomsel yang diduga juga tidak memilik ijin lingkungan setempat tersebut. Lantaran, kata Muhi sejak berdirinya BTS tidak sedikit barang elektronik miliknya rusak akibat tersambar petir seperti televisi, antena parabola, reseiver, cosmos.

“Ya pak, barang elektronik saya pada rusak akibat petir yang menyambar Tower telkomsel yang memantul kerumah saya,”kata Muhi kepada wartawan di rumahnya, Rabu (21/11/2018).

Ia pun merasa bosan lagi-lagi harus memperbaiki barang elektroniknya akibat sambaran petir tersebut.

Sampai saat ini, Muhi merasa kebingunan harus mengadukan kepada siapa atas musibah yang menimpanya itu. Karena tidak ada satupun dari pihak telkomsel yang bisa diminta pertanggung jawabannya.

Ditempat yang sama, Ade warga setempat menuding BTS tersebut diduga ilegal. Sebab, Dia merasa tidak pernah menyetujui apalagi menandatangani ijin lingkungan akan berdirinya Tower itu.

“Rumah saya ini jaraknya dekat sekali ke tower, tapi saya belum pernah dimintai persetujuannya oleh pihak manapun. Sekarang barang elektronik milik saya gak aman sering rusak dan saya sering perbaiki sendiri dan rusak lagi diperbaiki lagi pada siapa saya harus mengadu, saya tidak pernah di ajak kompromi oleh pihak Telkomsel.

Ditambah lagi, sambung Dia, saat ini musim hujan yang selalu di sertai geledek.

“Saya khawatir akan timbul korban nyawa, saya menuntut pada pihak perusahaan dan pemerintah setempat harus menutup dan meruntuhkan bangunan tower,”tandasnya.

Keluhan itu dikatakan juga masih warga setempat, Basuni mengaku rumahnya hanya berjarak 20 meter dari tower telkomsel. Ia memastikan tower tersebut tidak memilik ijin lingkungan setempat.

“Masa saya warga lingkungan panghadangan terdekat hanya 20 m dari tower itu tidak minta tanda tangan ijin lingkungan sama saya tapi biarin saja. Padahal saya juga tau kalau bangunan tower itu wajib ada ijin lingkungan , cuma saya bingung juga jika ada kerusakan barang elektronik saya akibat petir yang di timbulkan dari Tower itu kepada siapa saya mengadu, saya juga tau waktu itu ada bagi-bagi uang 100 ribu per orang tapi saya tidak merasa menerima ungkap Nya,”keluhnya.(Ade Mahroji/APK).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga