oleh

 Asep Joko Sampurno Optimis SMAN 1 Kota Serang Tetap Berprestasi

CHANELBANTEN.COM|  Kepala SMA Negeri 1 Kota Serang, H. Asep Joko Sampurno memastikan bahwa aturan zonasi pada PPDB lalu tidak memengaruhi semangat siswa dan sekolahnya untuk berkompetisi dan berprestasi. Untuk itu, ia menilai, persepsi keliru sebagian orang tua terkait penerapan aturan zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) perlu diluruskan.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 dengan system zonasi memang masih menyisakan pro dan kontra, penerapan sistem zonasi mengharuskan calon peserta didik untuk menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki radius terdekat dari domisili masing-masing siswa.

Berdasarkan Permendikbud nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 diatur dengan zonasi.

Asep Joko menjelaskan seleksi calon peserta didik baru dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan.

Jarak tempat tinggal terdekat dimaksud, kata Asep, dihitung berdasarkan jarak tempuh dari rumah menuju ke sekolah. Jika jarak tempat tinggal sama, maka yang diprioritaskan adalah calon peserta didik yang mendaftar lebih awal.

“Ada statemen yang mengatakan bahwa siswa atau orang tua yang datang pertama itu dianggapnya yang diterima. Sebenarnya itu salah, makanya mereka berbondong-bondong jam 5 (lima) para orang tua sudah mendatangi sekolah dimana mereka mendaftar, padahal itukan baru pengambilan antrian, validasinya jam 8 (delapan), ini merupakan mis informasi dari orang tua siswa,” ungkap Asep Joko kepada wartawan di Serang, Jumat (2/8).

Dijelaskan Asep, implementasi sistem zonasi dalam PPDB kemarin ini dinilai banyak menimbulkan problem di lapangan, namun sebagai pelaksana pihaknya tetap siap dalam menjalankan setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. “Yang kita harapkan sosialisasi harus maksimal kepada masyarakat agar tidak terjadi penafsiran yang salah tentang system zonasi ini,” jelasnya

Selain itu, Asep juga menuturkan setiap kepala sekolah pasti mendukung kebijakan tersebut. “Yang namanya aturan pasti ada pro dan kontra, intinya harus ada kesiapan dari masyarakat itu sendiri, kalau masyarakat nya siap Insaalloh proses PPDB pun berjalan dengan baik,” tutur Asep.

Asep menilai kebijakan PPDB sistem zonasi merupakan wujud upaya pemerataan pendidikan. Sistem ini membuat setiap sekolah maju dan berkembang bersama-sama.

Munurutnya, kebijakan itu juga sesuai dengan Nawacita jilid II yang diusung pemerintah. Karena itu, Pemerintah Provinsi Banten yang kemudian diteruskan ditingkat satuan pendidikan SMA/SMK sudah dipastikan akan mendukung kebijakan itu.

Pun Asep mengatakan hal itu perlu dibarengi perubahan paradigma masyarakat terkait hak akses pendidikan yang menjadi kewajiban negara. Kendati demikian, lagi Asep mengingatkan bahwa masih perlu ada perbaikan sosialisasi pada masyarakat supaya tidak salah paham.

Kepala SMA 1 Kota Serang ini mengatakan saat ini Pemerintah Provinsi tengah berupaya membenahi sistem pendidikan di Banten. Karena itu, dia berharap masyarakat mendukung dan menanggapi positif kebijakan tersebut.

“Memang, sekolah kita ini sudah terbiasa dengan nilai NEM tinggi, dan setelah ada sistem zonasi ini mau tidak mau kita harus mengakomodir siswa yang NEM nya kurang, tapi ya tinggal diatur metode pembelajaranya saja harus diperbaiki kalau dulu asal moles sekarang harus sampai detil,” tambahnya.

Asep Joko memastikan bahwa aturan zonasi tidak memengaruhi semangat siswa dan sekolahnya untuk berkompetisi dan berprestasi. Untuk itu, ia menilai, persepsi keliru sebagian orang tua terkait penerapan aturan zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) perlu diluruskan.

Asep mengaku tidak sepakat kalau ada orang tua yang bilang ‘percuma anaknya belajar dapat nilai bagus-bagus, kalau daftar sekolah dihitung pakai meteran’. “Belajar di mana pun itu perlu. Persepsi orang tua soal zonasi perlu diluruskan,” katanya.

Menurutnya, orang tua tidak boleh egois dengan pemikiran semacam itu. Sebab, ia mengatakan, semangat kompetisi harus diterapkan di mana pun agar anak berprestasi.

“Mindset orang tua semacam itu tidak benar. Orang tua harus memacu anaknya berprestasi setinggi mungkin, di mana pun,” katanya.

Ia mengatakan orang tua yang merasa anaknya berprestasi bisa memanfaatkan jalur prestasi yang diberikan pada PPDB, apalagi kuotanya sudah dinaikkan. Untuk anak-anak yang berprestasi, kata dia, regulasi PPDB memberikan kesempatan melalui kuota jalur prestasi sebesar lima persen yang kemudian dinaikkan menjadi 15 persen.

“Artinya, siswa masih bisa memilih sekolah favorit di mana saja. Kan pemerintah sudah menambah kuota, merevisi permendikbud. Dari lima menjadi 15 persen,” katanya.

Asep mengingatkan aturan zonasi baru langkah awal dari strategi pemerintah untuk pemerataan pendidikan, mulai dari akses, sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana, hingga kualitas.

“Dengan demikian apapun sistemnya dalam PPBD, SMAN 1 Kota Serang tetap optimis masih bisa mendulang prestasi dari berbagai even baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler,” tandasnya.

Sebagai contoh hingga saat ini sekolah yang memiliki peserta didik sebanyak 1.686 siswa itu masih mendominasi pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) setiap tahun. “Dari sembilan mata lomba, tujuh mata lomba masih kita kuasai. Makanya kalau untuk OSN kita langganan juara umum setiap tahun,” kata Asep.

Disinggung terkait Pendidikan gratis, Asep Joko menegaskan, pihaknya sangat setuju terhadap program itu, karena hal ini sangat membantu bagi masyarakat yang ingin mendidik anak – anaknya ke sekolah negeri.

“Adanya program sekolah gratis ini kami sangat setuju, hal ini dapat memberi kesempatan kepada masyarakat yang anaknya ingin bersekolah di negeri,” tegasnya.

Perlu diketahui, SMAN 1 Kota Serang yang beralamat di Jl Ahmad Yani No. 39 Cimuncang Kecamatan Serang, Kota Serang merupakan sekolah yang memiliki segudang prestasi yang mana prestasi tersebut berasal dari bidang akademik maupun non akademik yang diperoleh siswa, siswi, dan guru, maupun pihak sekolah, sehingga tak heran jika para orang tua berlomba-lomba ingin mendaftarkan anaknya di sekolah ini. (Has/APK)

Berita Lainya