oleh

Benarkah, Wisata Cadas Ngampar Tempat Pemandian Kian Santang

CHANELBANTEN.COM | Wisata Cadas ngampar Wisata yang indah dan bersejarah yang berlokasi di Desa Citaman, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang sama sekali belum terjamah oleh wisatawan.

Dinamakan cadas ngampar karena memang tempat ini berhamparan batu cadas yang berukuran kurang lebih 9×60 yang di tengah batu berlobang panjang dengan kedalaman air satu meter dengan air yang sangat jernih dan sejuk sangat cocok untuk pemandian dan fhoto Selvi karena tempat ini jauh dari polusi.

Jalan menuju cadas ngampar juga sangat indah disuguhi pemandangan lautan dari kaki gunung hasepan sehingga sangat bagus berfoto ria untuk diabadikan.

Konon kabarnya, cadas ngampar ini dahulu tempat pemandian kian Santang saat usai dari pertapaan.

Cerita ini sebagaian dipercayai oleh warga setempat bahkan warga ada yang percaya mandi di cadas ngampar ini bisa menghilangkan nasib sial dan menimbulkan aura kecantikan dan kewibawaan.

Azis, warga setempat menuturkan, tak jauh dari tempat itu juga sebelah Utara ada goa dan Curug Putri serta Curug halimun.

Masih tutur Azis, sayangnya tempat ini belum di ketahui oleh masyarakat banyak karena akses jalan yang belum bisa di jangkau oleh kendaraan bermotor padahal tempat ini jika di kelola dengan baik bisa jadi aset daerah.

Sementara, Camat Jiput, Yeti Nurhayati saat mengunjungi wisata cadas ngampar mengaku sangat mengagumi keindahan wisata cadas ngampar.

“Tempat ini sangat bagus untuk di jadikan destinasi wisata. Suasananya yang alami berada di bawah gunung hasepan. Ini tinggal akses jalan yang sulit di tempuh tapi ini tantangan menaklukan alam bagi saya,”kata Camat kepada chanelbanten.com di lokasi wisata, Minggu (21/10/2018).

Ia menjelaskan, tempat wisata tersebut sudah cukup bagus dan unik jarang di miliki oleh tempat wisata yang lain karena kolam tempat pemandiannya 100% hamparan batu yang indah.

“Ini kekuasaan Allah, tak perlu di bangun biarkan alami seperti ini hanya tinggal merawat saja,”ungkapnya.

Ia menyarankan, pemuda dan masyarakat setempat inovatif bekerjasama dengan BUMDES ( Badan Usaha Milik Desa) setempat.

“Nanti saya akan bantu sampaikan minta izin untuk akses jalan pada perhutani, supaya ke tempat ini bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat. Tempatnya berada milik perhutani juga akan saya sampaikan pada dinas pariwisata dan ibu bupati,”tandasnya.(Ade Mahroji)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga