oleh

Bermain Sambil Belajar Sejarah Kolonial di Museum Multatuli

CHANNELBANTEN.com l Mengisi libur akhir pekan, puluhan siswa Pondok pesantren (Ponpes) Multazam memilih berkunjung ke Museum Multatuli Lebak. Selain tempatnya menyenangkan dan ramah anak, Museum yang diresmikan sekitar tiga tahun lalu ini juga banyak menyuguhkan pengetahuan tentang sejarah Lebak.

Ketua yayasan Pondok pesantren (Ponpes) Multazam Ade Sahroni mengatakan, dalam kunjungannya ke Museum Multatuli, Ia membawa sebanyak 37 siswa dari berbagai daerah. Tujuannya, yaitu untuk mengenalkan agar siswa lebih mengetahui tentang situs cagar budaya yang ada di kabupaten Lebak dan juga sejarahnya.

“Pada libur akhir pekan ini, kita sengaja membawa siswa kesini agar lebih mengenal sejarah Lebak,” katanya.

Ia mengaku sangat senang bisa membawa siswa ke Museum tersebut. Namun, pihaknya berharap 
fasilitas di museum ke depan bisa di lengkapi, baik fasilitas maupun keamanan.

Hal itu agar pengunjung bisa nyaman ketika berkunjung. Museum Multatili sebaiknya juga seperti museum yang lain, seperti eks pabrik kelapa sawit dan rumah peninggalan Belanda yang asa di Lebak. Sebab, pengunjung bisa menceritakan apa yang mereka lihat selama berkunjung ke Museum Multatuli.

“Untuk kebersihan saya acungkan jempol lah untuk para pengurus Museum Multatuli,” katanya.

Sementara Kepala Museum Multatuli, Ubaidilah mengaku bersyukur jumlah kunjungan wisatawan, baik kalangan pelajar maupun umum ke Museum Multatuli terus meningkat. Museum buka setiap Selasa hingga Jumat dari pukul 08 pagi sampai pukul 4 sore.

“Sedangkan, Sabtu-Minggu buka dari pukul 9 hingga pukul 4 sore,” katanya.

Bagi para pengunjung rombongan lebih dari 20 orang dipersilakan menghubungi pihak museum untuk penjadwalan dengan mencantumkan jumlah peserta dan waktu kunjungan. Pemberitahuan melalui surat dapat dilayangkan ke email:museummultatulilebak@gmail.com.

Fasilitas yang tersedia di Museum Multatuli di antaranya ruang pendopo museum, ruang pamer, media informasi visual dan audio, patung Multatuli Saidjah dan Adinda serta WiFi gratis. Pengunjung rombongan dapat meminta untuk disediakan pemandu.

Harapannya makin banyak pengunjung yang datang. Sehingga, ide-ide Multatuli tersebarluaskan. Yang tak kalah penting adalah visi Bupati Lebak yang menjadikan Lebak sebagai destinasi wisata unggulan nasional berbasis potensi lokal dapat terwujud.

“Kami menargetkan tahun 2019 ini kunjungan ke museum sebanyak 30.000 orang,” tandasnya. (Fan)

Komentar

Berita Lainya