oleh

Camat Banjarsari Turut Menolak Hasil Pengaspalan CV KCM

CHANELBANTEN.COM – Camat Banjarsari, Kabupaten Lebak, Dedi Supratnawijaya turut mendukung warga terkait penolakan terhadap hasil pengaspalan jalan poros desa di Kampung Citeupuseun, Desa Laban Jaya, kecamatan setempat, yang dikerjakan oleh CV Karya Cipta Mandiri (KCM).

Dedi menegaskan, jika saja CV KCM  tidak secepatnya melakukan perbaikan, maka pihaknya pun tidak akan menerima hasil pengaspalan jalan yang dikerjakan asal-asalan itu.

“Kalau tidak dilakukan perbaikan kembali sesuai aturan, kami pun dari pihak kecamatan tentu akan menolaknya,” kata Camat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu 26/08/2018.

Ia pun meminta kepada pihak pelaksana agar segera melakukan perbaikan. Menurutnya, kualitas pengaspalan jalan tersebut tidak sesuai dengan harapan pemerintah dan Masyarakat.

“Saya berharap kepada tim yang melaksanakan pembangunan agar  melakukan perbaikan kembali, sehingga hasil pembangunannya bisa di terima oleh Masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga: Diduga Bermasalah, Pembangunan Jalan Poros Desa Laban Jaya Diprotes Warga

Terpisah, aktivis lingkungan Lebak Selatan, Ajat Resmana memberikan apresiasi terhadap warga Labanjaya yang memiliki keberanian melakukan protes terhadap hasil pengaspalan jalan itu. Menurut Ajat, langkah penolakan dari warga ini sudah membantu program-program pemerintah.

“Pemerintah sangat terbantu, jika dilaksanakan secara benar, pemerintah tidak setiap tahun menganggarkan untuk pembangunan di lokasi yang sama. Karena masih banyak wilayah-wilayah yang belum tersentuh pembangunan,” katanya.

Ajat mengatakan langkah penolakan dari Masyarakat ini sebuah langkah yang tepat dan dapat dijadikan pelajaran bagi para pelaksana proyek pemerintah.

“Wajar saja jika Masyarakat memprotesnya karena mereka itu mengharapkan pembangunan jalan yang berkualitas dan bertahan lama. Bukan hanya beberapa bulan saja kekuatan jalan yang bisa di manfaatkan.” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, pengaspalan jalan yang dilaksanakan oleh CV. Karya Cipta Mandiri dengan anggaran sebesar Rp452.580.000,- dari dana APBD Lebak 2018 hasilnya dinilai tidak maksimal.

Jalan aspal yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Laban Jaya dan Desa Lebak Keusik itu kondisinya tipis. Dengan kondisi itu warga pun menolak hasil pembangunan jalan tersebut.(Tanuwijaya)

Berita Lainya