oleh

Cerita Masa Kecil Bupati Iti : Dari Memungut Cengkeh Hingga Mengembalakan Kerbau

CHANELBANTEN.com-Terlahir dengan nama lengkap Iti Octavia Jayabaya, lahir pada 4 Oktober 1978. Hampir semua orang di Kabupaten Lebak dan Banten sudah tak asing mendengar dan mengenal Bupati Lebak periode 2014-2018 ini. Iti adalah satu dari sekian banyak anak mantan penguasa daerah dan pengusaha yang sukses terjun di dunia politik. Namun, siapa sangka, dibalik kesuksesanya sekarang, ternyata kehidupan Iti kecil sangat sederhana dan prihatin. Bahkan, untuk mendapatkan uang jajan orang nomor satu di kota berjuluk ‘Multatuli’ ini harus memungut jatuhan buah cengkeh.   

Berikut cerita masa kecil Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya yang dirangkum chanelbanten.com:

Iti di lahirkan dan dibesarkan di desa Prabugantungan, kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak. Iti merupakan anak dari keluarga yang cukup terpandang di desanya. Meski, ekonomi keluarganya berkecukupan, Iti tak pernah hidup dimanja, sebaliknya ia selalu diajarkan oleh kedua orang tuanya untuk hidup sederhana dan prihatin.

Bahkan, saking prihatinya untuk mendapatkan uang jajan mantan anggota DPR RI ini terkadang harus memungut jatuhan biji cengkeh yang banyak terdapat di areal perkebunan warga. Satu persatu biji-biji cengkeh itu dikumpulkan untuk kemudian dijual kepada pengepul.

”Saya baru bisa mendapatkan uang jajan setelah memungut butir demi butir cengkeh yang pada berjatuhan, setelah dapat banyak lalu dijual,” kata Iti.

Politisi partai Demokrat ini juga menjalani hidup yang sama seperti anak-anak desa lainya, seperti mengembalakan ternak sapi dan kerbau, mencari kayu bakar dan nyadap karet. Maklum saja, desa tempatnya tinggal merupakan wilayah perkebunan karet dan kawasan hutan.

“Biasanya, aktivitas tersebut dilakukan selepas pulang dari sekolah,” ucapnya.

Iti menghabiskan masa sekolah dasarnya di desa Prabugantungan, menurutnya ada banyak perbedaan saat dia sekolah dulu dengan sekarang. Pada jaman dia sekolah, kalau berangkat sekolah tidak dikasih uang jajan, tetapi hanya di bekali makanan kampung kaya renginang.

“Dulumah, waktu jaman saya, kalau sekolah tidak dikasih jajan cuma dibekali kue renginang yang ditoplesin,” ujar Iti sambil tertawa.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat bermain kelereng. (poto net.)

Semasa usia SMP,  Iti terkenal jutek dan gemar berkelahi jika ada teman laki laki disekolahnya yang iseng menggodanya. Pernah suatu waktu, waktu Iti nyantri di Pesantren Wasilatul Falah Rangkasbitung, melabrak dan menantang berkelahi dengan anak STM .

”Saya ini orangnya temperamental,” ucapnya tersenyum simpul.

Kehidupan masa anak Iti sendiri lebih banyak dihabiskan di kampung halaman bersama dengan Kakeknya. Iti kecil, kerap diajak jalan-jalan oleh Kakeknya memakai mobil truk tua untuk melihat perkebunan milik Kakeknya itu.

Oleh ‘Abah’, sebutan Iti kepada Kakeknya, kerap diajari sekolah di alam terbuka tujuanya untuk membentuk karakteristik guna menciptakan kesederhanaan dan keprihatinan.

“Makanya, saya ada sifat ke jawaraanya karena memang dari kecil digembleng sama Abah,” tandasnya. (sumber Tabloid 1828)

Cerita Bupati Lebak selanjutnya, Dari Pesantren Hingga ke Universitas

 

Berita Lainya