oleh

Dampak Kapal Tongkang Terdampar, Hasil Tangkapan Nelayan Udang Di Pandeglang Menurun

CHANELBANTEN.com l Kapal tongkang pengangkut batubara yang terdampar di pesisir pantai Galau, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang berdampak terhadap hasil tangkapan nelayan udang Lobster di wilayah setempat. Sebab, kapal tongkang tersebut kandas diantara karang tempat nelayan mencari udang.

“Sudah hampir enam bulan, kapal tongkang yang terdampar di sekitar perairan pulau People dibiarkan begitu saja. Kalap kandas diantara terumbu karang,” kata salah seorang nelayan, Jakub.

Ia mengatakan, keberadaan kapal tongkang yang terdampar cukup menganggu aktivitas nelayan udang. Sebab, pascaterdamparnya kapal tongkang pendapatan nelayan menurun. Nelayan menduga penyebab menurunya hasil tangkapan udang akibat dampak terdamparnya kapal tongkang tersebut.

“Sejak ada kapal tongkang yang terdampar, tangkapan udang nelayan turun. Mungkin akibat ada tumpahan batubara dari tongkang tempat kami menebar jaring untuk menangkap udang,” ujarnya.

Nelayan berharap, aparat terkait segera menarik kapal tongkang yang terdampar. Sebab, selain berdampak menurunya hasil tangkapan ikan nelayan, juga bisa mengancam tercemarnya air laut.

“Yang lebih dikhawatirkan, air laut tercemar,” katanya.

Salah seorang aktivis di Pandeglang, Torik Azis angkat bicara terkait persoalan itu. Menurutnya,
pemerintah harus pekan dan segera turun tangan memfasilitasi keluhan masyarakat terkait keberadaan kapal tongkang tersebut.

“Apalagi, ini bukan terjadi kali ini saja. Jangan nunggu laporan dari nelayan, mereka harus menjadi garda terdepan membela nasib warganya,” ucapnya.

Ia mengatakan, dalam pelayaran ada yang mengatur tentang hal tersebut. Dalam Undang-Undang Nomor: 17 Tahun 2008 tentang pelayaran pasal 2003, disebutkan bahwa pemerintah mewajibkan kepada para pemilik kapal untuk menyingkirkan kerangka kapal dan/atau muatannya maksimum 180 hari sejak kapal tenggelam

“Ini sudah enam bulan, kok dibiarkan. Ada pertanyan besar dari kami ke perusahaan yang kami tau itu milik PT MBSS belum sekalipun melakukan sosialisasi atau melakukan permintaan maaf pada nelayan setempat,” ucapya. (Gus)

Komentar