oleh

Diduga Lakukan Pungli, Kades Paja Dipolisikan

CHANELBANTEN.com – Diduga melakukan pungutan pada sejumlah program di desa, oknum Kepala Desa (Kades) Paja, Kecamatan Sajira, Lebak, Suherman (40) dilaporkan warganya ke Polres Lebak, Senin (15/8/2016) lalu. Kades tersebut dilaporkan terkait dugaan pungutan liar (Pungli) pada program pembuatan sertifikat tanah (Prona), program bantuan Listrik desa (Prolisdes) dan bantuan beras bagi rakyat miskin (Raskin) tahun 2014-2015.

“Kasus ini sudah kami laporkan ke Polres Lebak,” kata warga setempat, Sumitra (43), Jumat (19/8/2016).

Pada program Prona, kata dia oknum Kades tersebut memungut uang sebesar Rp 300.000 hingga Rp 570.000 per sertifikat. Sementara, pada program Lisdes warga dipungut uang sebesar Rp 250.000 per Kepala Keluarga dan untuk program raskin setiap Rumah Tangga Sasaran (RTS) dibebankan biaya penembusan beras sebesar Rp 2.500 per liter.

“Kades juga diduga telah mengelapkan dua karung raskin di desa,” katanya.

Ia dan beberapa orang warga mengaku sudah dimintai keterangan oleh penyidik di Polres setempat. Oleh penyidik dirinya dimintai keterangan seputar adanya dugaan pungutan yang dilakukan Kades sebagaimana yang dilaporkan warga. Pihaknya berharap kasus tersebut dapat ditindaklanjuti dan diproses sesuai hukum.

“Saya dan beberapa warga sudah dimintai keterangan oleh penyidik,”  ujarnya.

Sementara, Kades Paja, Suherman membantah telah melakukan pungli pada sejumlah program di desa sebagaimana yang dilaporkan warga ke aparat kepolisian. Menurutnya, kebijakan pada ke tiga program tersebut sudah berdasarkan hasil musyawarah dengan warga.

“Surat berita acara sudah ada, baik raskin, lisdes maupun prona,” ujarnya.

Kapolres Lebak, AKBP M Tora membenarkan pihaknya menerima laporan atas kasus tersebut. Namun, menurutnya laporan tersebut sejauh ini masih belum lengkap dan perlu pendalaman.

“Data yang dilaporkannya masih belum lengkap” ucapnya. (izam)

Berita Lainya