oleh

Dua Pekan Duduk di kursi DPRD Lebak, Muhamad Julfikar Langsung Kunker

CHANELBANTEN.com l Dua pekan setelah di lantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Lebak periode 2019-2024 dari Fraksi Gerindra, Muhamad Agil Zulfikar berencana melakukan kunjungan kerja. Kunker rencanannya akan di awali ke kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lebak.

Dalam kunjungannya itu, anggota DPRD Lebak termuda ini akan mendorong adanya kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) buruh di kabupaten setempat.

“Upah buruh di Kabupaten Lebak masih memprihatinkan. Bahkan UMK di kita berada dibawah Kabupaten Pandeglang,”kata Anggota DPRD Lebak dari Fraksi Gerindra M Agil Zulfikar saat ditemui di halaman kantor Baznas, Pemkab Lebak, Jumat (30/8/2019) lalu.

Kata dia, meskipun pihaknya belum menjadi bagian Komisi yang membidangi ketenegakerjaan. Akan tetapi ia merasa heran, atas kondisi pengupahan buruh di Kabupaten Lebak. Padahal jika, mengingat di tahun 2018. UMK Pandeglang berada di bawah Kabupaten Lebak.

“Namun tahun 2019, menjadi terbalik. Saya merasa prihatin. Padahal jika di Kabupaten Pandeglang Pabrik atau Sektor Industrinya masih kalah dengan Pabrik yang ada di Kabupaten Lebak,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa dalam waktu dekat ini ia akan langsung turun ke sejumlah organisasi serikat buruh yang ada di Kabupaten Lebak. Karena, hingga saat ini persatuan buruh di Lebak dinilai belum adanya gerakan penguatan di dewan pengupahan.

“Kalau tidak salah akan dimulai Oktober ini. Kita akan kawal secara masif agar ada kenaikan atau tambahan upah. Bila perlu saya sendiri akan ikut hadir di dewan pengupahan,” ujar politisi Gerindra yang baru menginjak di usia ke 22 tahun ini.

Menurutnya, jika dicermati. Hal ini terjadi, karena tidak adanya pihak secara masif yang mendorong peningkatkan upah, maka dari itu untuk pengupahan 2020, pihaknya bersama rekan-rekan dari partai Gerindra akan mengawal dan mendorong untuk dinaikan sesuai Kebutuhan Hidup Layak (KLH).

Dia mengatakan, berdasarkan data yang diperolehnya besaran upah tertinggi tahun 2019 berada di Kota Cilegon dan terendah di Kabupaten Lebak. Hal itu sesuai surat keputusan Gubernur Banten nomor 561/Kep.318-Huk/2018 tentang UMK di Provinsi Banten tahun 2019.

“Upah buruh Kabupaten Lebak sebesar Rp 2.498.068 sementara Pandeglang Rp 2.542.539. Dengan Pandeglang kita kalah terpaut sekitar Rp 44 ribu, padahal kalau secara geografis kita paling dekat dengan Ibu Kota Jakarta,” ujarnya.

Secara terpisah Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial pada Disnakertrans Kabupaten Lebak, Muhtar Mulia mengaku bahwa mengenai kenaikan UMK di Tahun 2020 kedepan, tentu pihaknya tengah merencanakan akan melakukan survey KHL.

“Namun, rencana tersebut bukan hanya di Kabupaten Lebak saja. Akan tetapi di seluruh kabupaten se-provinsi Banten. Hingga saat ini belum adanya staitmen resmi dari pihak provinsi kapan akan dilaksanakan surveinya,” kata Muhtar saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya.

Kata dia, untuk kedepannya. Tentu UMK akan berubah. Karena, akan menyesuaikan sesuai kebutuhan-kebutuhan seperti harga sembako yang hingga saat ini selalu meningkat. Pada dasarnya UMK tersebut akan disesuaikan dengan KLH.

Di tempat berbeda Ketua Konfederasi Feredasi Serikat Pekerja Indonesia (KSFPI) Kabupaten Lebak, M Yogi Rochmat mengatakan bahwa UMK di Kabupaten Pandeglang tidak berada di atas Kabupaten Lebak. Hal ini merupakan sebuah kamuplase. Sebab, di Kabupaten tersebut tidak ada perusahaan pabrik.

“Itu hanya kamuplase, mana ada perusahaan di Kabupaten Pandeglang, sekalipun nilainya besar tapi tidak ada apa-apanya, coba saja ada tidak perusahaan, apalagi perkebunan dan hotel. Kalau di kita mah realita,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa kenaikan tentu di tahun 2020 pasti ada. Akan tetapi, belum mengetahui berapa besarannya.

“Nanti di bulan Oktober hasilnya, dan kita masih berencana turun untuk melakukan survei   KLH,” pungkasnya. (Aji R)

Komentar