oleh

Guru, Sosok Inspirator Edukasi Media Sosial bagi Generasi Milenial di Era Revolusi 4.0

Oleh : Muhammad Faruq Wahyu Utomo

CHANELBANTEN.COM | Dampak perkembangan media sosial dan informasi di era revolusi 4.0 terhadap Pendidikan sangat beragam. Dampak tersebut ada yang berdampak baik dan juga ada yang berdampak buruk. Dampak baik dari perkembangan tersebut antara lain ; kemudahan akses informasi, sarana belajar yang sangat mudah di dapat, kegiatan belajar yang lebih fleksibel dan praktis, dan sebagainya.

Sedangkan dampak buruk dari perkembangan tersebut yakni ; kurangnya kepedulian sosial dari siswa karena terlalu sibuk dengan gawainya yang bermain di media sosial. Informasi yang tersebar luas dan menyuluruh bisa mengakibatkan siswa salah mencerna informasi. Siswa juga belum bisa memilah antara informasi buruk atau baik. Masalah itu muncul karena kurangnya pendidikan karakter yang di ajarkan kepada siswa melalui media sosial yang ia gunakan.

Pengguna media sosial dan informasi rata-rata adalah merupakan kaum muda dan orang-orang yang sedang dalam tahap belajar. Istilah populer yang kerap disematkan kepada mereka adalah istilah ‘generai milenial’. Generasi milenial menurut definisi merupakan orang yang lahir di tahun 1990an dan awal tahun 2000an. Pada masa mereka televisi, internet, media cetak, telephone, radio dan sebagainya sudah ada dan mudah untuk didapat.

Generasi ini disebut sebagai generasi yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih dibandingkan generasi sebelumnya. Hal itu dikarenakan perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat diterima oleh mereka.

Siswa yang berada pada generasi millenial adalah mereka yang umumnya cenderung aktif di media sosial. Mereka lebih menyukai dan mencari tahu segala informasi yang sedang tren atau viral di media sosial.

Tidak jarang mereka mendapatkan informasi bohong (hoaks), ujaran kebencian, serta informasi dengan nada provokasi. Belum lagi mereka membuka situs-situs yang tidak baik, seperti situs porno, kriminalitas maupun radikalisme.

Guru sebagai peran utama dalam kegiatan pembelajaran haruslah menjadi teladan dan inspirasi bagaimana cara menggunakan media sosial yang baik bagi siswa.

Guru melalui kegiatan belajarnya, guru dapat melatih siswa menggunakan media sosial dan informasi sebagai sarana belajar yang terpadu dan menyenangkan.

Misalnya dengan memberikan tugas berupa eksperimen/observasi tertentu yang menuntut penggunaan media elektronik. Kemudian hasil dari kegiatan belajar tersebut bisa di share di media sosial. Sehingga siswa dengan hal tersebut bisa berbagi sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain melalui media sosial dan informasi.

Guru juga bisa memberikan arahan dan contoh kepada siswa tentang sikap yang harus diterapkan ketika menggunakan media sosial dan informasi, antara lain: Guru memberikan pemahaman kepada siswa untuk tidak membuka situs-situs yang tidak baik di media sosial. Guru mengingatkan kepada siswa agar tidak mudah percaya terhadap suatu informasi yang tidak kredibel sumbernya. Guru mengajarkan kepada siswa untuk tidak menyebarkan suatu informasi bohong (hoaks), serta informasi bernada ujaran kebencian terhadap orang lain.

Guru juga mendidik siswa untuk tidak meng-upload informasi atau status yang akan merusak maratabat mereka di media sosial. Dan terakhir guru memberikan pemahaman kepada siswa bahwa pentingnya menyebarkan suatu informasi kebaikan di media sosial, karena hal demikian akan berdampak pada khalayak umum pengguna media sosial.

Selain memberikan arahan, tentunya dengan keaktifan guru dan hubungannya dengan siswa di media sosial, Guru dapat menjadi contoh nyata berperilaku yang baik di media sosial.

Hal itu terlihat dari informasi, status ataupun postingan yang guru yang memuat suatu kebaikan atau ilmu yang ada di media sosial, sehingga siswa bisa mencontoh gurunya dalam menggunakan media sosial dan informasi.

Jika seorang guru sudah melakukan beberapa hal di atas, maka segala informasi yang masuk dapat disaring oleh siswa, karena mereka telah mendapatkan pembelajaran tentang media sosial dari gurunya.

Siswa juga diharapkan dapat mengambil ataupun menyebarkan suatu kebaikan di media sosial. sehingga kebermanfaatan akan informasi dapat dinikmati oleh publik yang menggunakan media sosial dan informasi tersebut.

Oleh karena itu edukasi dan praktik dalam menggunakan media sosial yang baik oleh siswa secara tidak langsung sudah mengajarkan tentang pendidikan karakter bagi generasi millenial melalui media sosial dan informasi.

Tetapi saat ini masih banyak guru yang belum memberikan pemahaman akan penggunaan media sosial dan informasi yang baik kepada siswa, walalaupun banyak dari mereka yang sudah berbasis teknologi dalam setiap pembelajarannya.

Beberapa guru masih sering terfokuskan oleh konten materi belajar saja saat KBM berlangsung. Dengan demikian tantangan seorang guru pada revolusi 4.0 adalah memberikan edukasi kepada siswa terhadap penggunaan media sosial dan informasi yang baik sehingga dapat menunjang suatu kegiatan pembelajaran.(*)

Komentar

Berita Lainya