oleh

Harga Jual Gabah Murah Petani di Wanasalam Rugi,Ternyata Ini Penyebabnya

CHANELBANTEN.com – Petani di Kampung Sukamaju, Desa Cipedang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, dimusim panen tahun ini mengaku mengalami kerugian yang cukup besar.

Kerugian yang dirasakan petani tersebut diakibatkan  jalan sepanjang 9 kilo meter (KM)  di areal pesawahan  yang sering digunakan petani kondisinya rusak parah.

” Karena saking rusak parah, jalan itu tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat yang mengangkut hasil panen kami ini. Kondisi seperti ini lah yang mengakibatkan kami mengalami kerugian yang cukup besar lantaran ongkos angkutnya mahal,” kata Ketua Kelompok Tani (Poktan), Desa Cipedang, Sudirman kepada chanelbanten, Rabu (14/3/2018).

Masih kata Sudirman, kondisi jalan yang rusak itu, tidak hanya mempengaruhi ongkos angkutan saja, namun hal itu juga mengakibatkan harga jual gabah padi menjadi murah.

” Apalagi kalau dibarengi musim hujan kendaraan angkutan tidak bisa masuk ke area pesawahan karena jalannya sempit dan rusak, gabah padi hasil panen kami tinggal begitu saja di sawah. Dan akhirnya gabah pun jadi basah karena kehujanan, terpaksa kami jual meski dengan harga yang murah,” aku Sudirman.

Ia berharap agar kondisi seperti secepatnya bisa di tanggulangi oleh Pemerintah Daerah setempat.

Baca juga:

Akibat Gagal Panen, Petani di Cipanas Mengeluh

Intensitas Hujan Tinggi, Petani Terancam Gagal Tanam

Sementara, Camat Wanasalam Cecep Saputra membenarkan dengan kondisi jalan rusak yang telah dikeluhkan oleh petani tersebut.

” Memang benar saat ini kondisi jalan yang ada di pesawahan lahan pertanian itu rusak parah dan beberapa hari kemarin saya juga turun ke lapangan untuk melihatnya,” kata Camat ketika dihubungi chanelbanten, Rabu (14/3/2018).

Oleh karena itu, Camat meminta perhatian yang serius dari Pemkab Lebak dan Pemprov Banten. Sebab menurutnya, jalan tersebut merupakan jalan produksi di area pesawahan salah satu lahan lumbung padi yang ada di Kabupaten Lebak.

Camat menyebutkan luas area pesawahannya 4000 hektar berada dibeberapa desa seperti Desa Cipedang, Wanasalam, Cisarap, Parungsari, dan Desa Parung Panjang.

” Pesawahan tersebut memang  nyambung ke desa yang disebutkan itu. Tentunya saya berharap ini menjadi perhatian serius guna menopang sandang pangan yang ada di Kabupaten Lebak. Dan kami dari pihak kecamatan akan terus mendorong aspirasi petani ini dan mudah-mudahan Pemkab dan Pemprov juga ikut mendukung,” tutup Camat.(Tanu Wijaya).

Berita Pilihan:

Kasus Gizi Buruk di Lebak, Mensos : Pemda Harus Rajin Cek Kondisi Rakyat

Pembayaran Pembebasan Lahan Proyek Waduk Karian Tak Jelas

Pemuda Pancasila Desak Penegak Hukum Selidiki Biaya Uji Kir di Dishub Lebak

Komentar

Berita Lainya