oleh

Hari Santri Nasional 2019 di Lebak Jadi ‘Magnet’ Wisatawan

CHANELBANTEN.com l Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 Kabupaten Lebak yang dipusatkan di Alun-alun Rangkasbitung, Ahad (20/11/2019) berlangsung meriah. Pembukaan HSN yang dipusatkan di Alun-alun Rangkasbitung itu dihadiri ribuan warga.

Perayaan HSN diisi sejumlah perlombaan, antara lain lomba baca kitab juning, marhaba, festival S
Shalawat, pesantren “On The Rood”, istighasah akbar bersama Kiyai Murtado, festival liwet dan kegiatan bakti sosial santuan terhadap anak yatim piatu. HSN yang baru pertama kali dilaksanakan itu juga¬† menghadirkan juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) internasional, Kiyai Salman Amrillah.

Dalam kesempatan itu, Asda III Pemkab Lebak, Dedi Lukman menyampaikan kegiatan ini sebagai salah satu wadah untuk menampilkan potensi yang dimiliki Pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Lebak. Dimana, Lebak sendiri terdapat 1 500 Ponpes, sehingga ajang HSN ini bisa mengali potensi Ponpes, baik pengembangan santri maupun lainnya.

“Setiap Ponpes, rata-rata memiliki kreatifitas dan potensi, baik dibidang seni, ekonomi dan olahraga. Melalui HSN ini, kita jadikan wadah bagi para santri bisa mengekspresikan bakal dan potensinya,” katanya.

Selain itu, kata dia, melalui potensi dan kreatifitas yang dimiliki setiap Ponpes diharapkan mampu mencetak santri-santri yang mandiri. Oleh karenannya, kegiatan ini di branding dengan semenarik mungkin, sehingga mampu menarik minat pengunjung dan wisatawan.
“HSN tentu sejalan dengan dengan visi pemerintah daerah sebagai destinasi wisata unggulan nasional berbasis potensi lokal. HSN kedepan akan menjadi agenda tahunan di Kabupaten Lebak,” ujarnya.

Kepala Dinas pariwisata (Dispar) Lebak, Imam Rahmayadin mengatakan, perayaan HSN merupakan moment untuk menarik perhatian wisatawan. Ia berharap, event ini bisa dimaksimalkan.

“Ini bisa menjadi magnet wisatawan sebagai wisata religi,” katanya.

Sementara, Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Lebak, Ade Bujhaeremi mengatakan, perayaan HSN bukan sekadar kegiatan seremonial. Karenannya, kegiatan HSN tahun ini dirangkai dengan berbagai macam kegiatan.

“Perayaan ini merupakan bentuk syukur para santri, dan kami ingin menunjukan santri itu bukan hanya berpeci tetapi berprestasi. Kiyai bukan hanya menggunakan sorban, tetapi siap berkorban dan kami persembahkan kegiatan ini oleh santri dari santri untuk negeri,” ujarnya. (RED)

Berita Lainya