oleh

Ikan Asin Rebusan Nelayan Binuangeun Diminati Hingga Keluar Daerah

CHANELBANTEN.com – Olahan pengawetan alami untuk ikan jenis ikan Layang dengan cara rebusan lalu di jemur menjadi usaha sampingan bagi nelayan di Muara Binuangen, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Disebutkan, biasanya para nelayan melakukan kegiatan serupa itu di musim selatan atau musim laut sedang tidak bersahabat, pada saat itu pasokan ikan Layang biasanya sedang berlimpah. Ikan Layang hasil rebusan itu setelah di asin dan jemur kering selanjutnya dikirim pada pemesan/pengepul dari berbagai daerah yang rata-rata di luar Banten.

Seperti dijelaskan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Binuangeun Nurman, hal ini sudah lama menjadi kebiasaan rutin kaum nelayan Binuangeun. Jenis ikan yang diolah itu ikan layang atau anak ikan tuna yang berukuran 10 sampai 15 sentimeter .

“Di sini disebut ikan rebusan.  Biasanya ikan teri atau ikan layang jenis ikan tuna muda, kalau dalam keadaan basah kurang bagus harganya, tapi kalau sudah di rebus dan di keringkan lalu di asin harganya lumayan,” katanya.

Kata Nurman, bahwa ikan rebusan ini punya pangsa pasar yang bagus di luar banten dengan harga bagus, yaitu bisa Rp 7 ribu hingga 9 ribu per Kg.

“Ya, potensi bisnis ikan rebusan di Binuangeun ini cukup bagus, nelayan biasanya memanfaatkan waktu musim selatan dengan cara membuat ikan rebusan jemur buat suplay pesanan. Sedangkan pangsa pasarnya yaitu Labuan, Jakarta, Lampung, Bogor, Sukabumi dan Bandung,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang pengrajin rebusan ikan Layang, Zainal Abidin mengatakan, dalam musim kemarau pendapatan ikan layang cukup berlimpah, dan kalau di jual basah ikan itu kurang bagus pasarannya. Menurutnya, dirinya sebelum di jemur ikan itu direbus dahulu lalu setelah itu ditaburi garam,  selanjutnya di jemur beberapa hari hingga kering.

“Kalau musim selatan ikan layang itu cukup berlimpah, dan sangat bagus kalau dijadikan ikan rebusan untuk di asin, apalagi pemesannya cukup banyak. Hanya saja kami terkendala sarana menjemur yang kurang, jadi butuh bantuan para-para buat jemuran ikan rebusan,” ujarnya.

Dijelaskan Abidin,  soal lama menjemurnya jika musim kemarau paling dua tiga hari sudah bisa dikemas untuk diangkut.

“Kalau sedang bagus, di jemur selama dua tiga hari sudah bisa di fak dan dikirim ke pemesan, bahkan kadang kami juga keteteran pesanan,” katanya. (ratu/almalik)

Berita Lainya