oleh

Ini Bupati Lebak Yang Menjadi Korban Pemberontakan PKI

CHANELBANTEN.com – Peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi catatan sejarah kelam bagi bangsa Indonesia. Jutaan rakyat Indonesia mulai dari tokoh Militer, tokoh Politik, Kepala Daerah dan rakyat jelata menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Salah satu Kepala Daerah (Bupati) yang menjadi korban peristiwa berdarah itu yakni Bupati Lebak, R.T. Hardiwinangoen. Bupati Lebak ke-8 periode 1938-1945 ini tewas dibunuh oleh para pengikut PKI.

Berikut catatan sejarah Bupati Lebak, R.T Hardiwinangun yang dihimpun chanelbanten.com diolah dari berbagai sumber.

Sebelum meletusnya peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G 30 S), Partai Komunis Indonesia (PKI) sudah lama bercokol dan melakukan propaganda di negara Indonesia. Sejumlah peristiwa besar meletus di daerah.

Dikutip dari G30S-PKI.com, peristiwa Serang adalah salah satu usaha dari sisa-sisa Pemberontak Komunis tahun 1926 di Banten dalam merebut kekuasaan lokal untuk mendirikan pemerintahan di daerah yang dibebaskan (liberated zones). 

Perebutan kekuasaan lokal merupakan strategi komunis guna memperoleh kekuatan dalam rangka mengepung RI yang bertujuan mendirikan pemerintah komunis.

Barulah pada tanggal 10 September 1945, Presiden Sukarno mengangkat secara resmi K.H. Achmad Khatib sebagai Residen Banten. Ia adalah seorang tokoh lokal yang pernah terlibat dalam pemberontakan komunis tahun 1926 di daerah Banten.

Selanjutnya, ia mengalami masa pembuangan di Boven Digul selama 15 tahun dan bebas kembali sete1ah berakhirnya masa pemerintahan militer Jepang. Namun demikian KH.Achmad Khatib memiliki pengaruh yang besar di kalangan masyarakat setempat.

Sebagai putera Kyai Haji Wased, seorang ulama berpengaruh, serta kegiatannya di pesantren telah menjadikan KH.Achmad Khatib diterima oleh masyarakat Banten yang terkenal fanatik dalam hal agama.

Berita Lainya