oleh

Ini Cara Satgas Kesti TTKKDH DPW Lebak Lestarikan Seni Budaya Pencak Silat

CHANELBANTEN.COM – Pengurus dan anggota Satgas Kesti TTKKDH (Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir) DPW Kabupaten Lebak menghadiri acara pentas seni budaya pencak silat dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 73 di Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, pada Jumat (17/8/2018).

Ketua Satgas Kesti TTKKDH DPW Kabupaten Lebak, Jes Prayoga mengatakan, pentas seni budaya pencak silat tersebut selain memeriahkan HUT RI yang ke 73, acara ini pun merupakan sebagai bentuk upaya Satgas Kesti TTKKDH  dalam melestarikan dan memperkenalkan seni budaya pencak silat kepada generasi muda saat ini.

“Bagi kami acara ini adalah momentum yang memilik nilai yang positif,” kata Jes Prayoga kepada wartawan, dilokasi kegiatan, Jumat (17/8/2018).

Salah satu pengurus Satgas Kesti TTKKDH saat mempertunjukan jurus andalan.
Salah satu pengurus Satgas Kesti TTKKDH saat mempertunjukan jurus andalan.

Menurutnya, seni budaya pencak silat di Banten sangatlah perlu dilestarikan keberadaannya,

“Seni silat atau bela diri  itu kan warisan dari leluhur kita. Jadi sudah sepatutnya kita sebagai generasi penerus harus bisa mempertahankan budaya seni pencak silat ini,” tegas Jes. 

Baca Juga: Atlet Pencak Silat Lebak Dikalahkan Atlet Asal Jakarta

Sementara, Sekretaris Satgas Kesti TTKKDH DPW Kabuapten Lebak, Dedi Junaedi menambahkan, Bahwa Tjimande sendiri memiliki 5 aspek dan bukan sekadar 4 aspek dalam maenpo (pencak silat Sunda) yaitu aspek Olahraga, Seni Budaya (tradisi), Bela Diri, Spiritual dan Pengobatan. Aspek terakhir yaitu pengobatan pijat/urut gaya Tjimande dan pengobatan/penyembuhan patah tulang.

“Oleh karena itu, kami pengurus dan anggota berkomitmen akan senantiasa menjaga nilia-nilai budaya dari silat  tjimande. Dan kami pun siap untuk kembali mengembangkan pencak silat  di Banten, untuk melestarikannya budaya ini,”tandasnya.(APK)

 

Berita Lainya