oleh

Ini Yang Dilakukan Tim Medis Kabupaten Sambas Tekan Angka Kematian Ibu Dan Bayi di Lebak

CHANELBANTEN.com – Upaya meningkatkan penyelamatan ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat, lembaga kesehatan Budi Kemuliaan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sambas, untuk melakukan pelatihan dan pendampingan tenaga kesehatan yang meliputi perencanaan komponen peningkatan kualitas pelayanan klinis matemal neonatal, penguatan sistem rujukan yang efektif dan efisien, serta penguatan tata kelola klinis dan akuntabilitas publik dalam pelayanan ke fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Lebak.

Kunjungan Direktur RSIA Budi kemuliaan Dr. Mohammad Baharuddin, Sp.OG, MARS beserta tim petugas kesehatan RSUD Kabupaten Sambas dan Puskesmas Poned yang akan melakukan pelatihan, diterima Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, di Pendopo Kabupaten, Rabu (27/9/2017)

Fasilitas pelayanan kesehatan yang akan dikunjungi, yaitu RSUD DR. ADJIDARMO, Puskesmas Malingping dan Gunungkencana sebagai model fasilitas kesehatan yang telah mengimplementasikan tata kelola klinis dengan baik.

Mohammad Baharuddin mengatakan, Lembaga kesehatan Budi Kemuliaan, memandang perlunya upaya bersama mengembangkan kegiatan dengan tujuan memperbaiki dan meningkatkan kualitas kesehatan maternal neonatal di luar daerah yang telah dilakukan.

“Kegiatan pendampingan ini untuk mencapai kesepakatan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan dengan merujuk pada standar yang sudah dikerjakan oleh beberapa fasilitas kesehatan di Kabupaten Lebak,”katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lebak menyambut hangat kunjungan pelatihan dari Tim Kesehatan Budi Kemuliaan beserta petugas kesehatan dari Kabupaten Sambas yang bersama-sama bertekad untuk memahami upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui penerapan standar maternal neonatal.

“Kunjungan ini merupakan evaluasi untuk kita bersama, agar terus bisa meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh sebagai implementasi tata kelola klinis dengan baik,”kata Bupati Lebak.

Bupati Lebak menambahkan, Pelatihan dan pendampingan ini menggunakan metodologi presentasi, dialog, dinamika kelompok atau simulasi, observasi dan studi banding ke fasilitas pelayanan kesehatan yang telah mendapatkan pendampingan tata kelola klinis. (Iik)

 

Berita Lainya