oleh

Kabupaten Lebak Target Menjadi Sentra Ternak di Banten

CHANELBANTEN.COM | Wakil Bupati Lebak, H.Ade Sumardi yang juga selaku Dewan Penasehat Saduluran Peternak Lebak (SPL) berharap Kabupaten Lebak dapat menjadi sentra ternak di Provinsi Banten.

Bahkan, kata Wabup, peternak di Kabupaten Lebak harus bisa merebut pasar ternak, karena kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani ini sangat tinggi.

Wabup menyebut tidak hanya kebutuhan lokal, namun kedepannya peternak Lebak harus bisa merebut pangsa pasar DKI Jakarta bahkan ekspor.

Ia menyebutkan bahwa untuk kebutuhan pasar lokal saja tidak kurang dari 5000 ekor hewan ternak, itu hanya untuk pemenuhan hewan qurban.

“Selama ini diambil peternak dari luar Lebak, itu pangsa pasar yang bagus, harapan saya kedepannya bisa dipenuhi oleh SPL, untuk itu perlunya ada inovasi dalam mengembangkan bibit unggul,”ungkap Wabup kepada Wartawan dalam musyawarah kerja SPL yang digelar di Kampung Kadu Cikur, Desa Prabugantungan, Kecamatan Cileles, Lebak, Sabtu (19/01/2019) 

Wabup berharap kedepannya Kabupaten Lebak menjadi sentra ternak di Banten, Menurutnya, usaha ternak memang sangat tepat dikembangkan di Kabupaten Lebak kerena selain bisa menjawab berbagai kebutuhan untuk usaha ini seperti lahan yang luas, bahan bangunan yang lebih gampang didapatkan dan juga mudah menemukan pakan.

Sementara, Ketua SPL Kabupaten Lebak, Supandi menambahkan, untuk menghindari kerugian bagi para peternak diperlukan standar harga yang jelas, mengingat selama ini pasar ternak dikendalikan oleh para tengkulak, oleh karena itu harus ada wadah yang bisa mewadahi seluruh peternak di Kabupaten Lebak.

“SPL adalah tempat berkumpulnya para peternak, baik itu peternak kambing, sapi, kerbau dan lain-lain, kami bertukar pikiran, karena pasar ternak merupakan pasar yang menjanjikan” ujar Supandi.

Baca Juga: 

Supandi berharap agar SPL bisa dimanfaatkan seluruh peternak di Kabupaten Lebak untuk sharing dan berbagi pengalaman diantara peternak, sehingga permasalahan yang dihadapi para peternak dapat terpecahkan bersama-sama dengan melibatkan Dinas Peternakan.

“Sekarang baru sekitar 53 anggota yang sudah tergabung dalam SPL, kedepannya kami berharap agar seluluh peternak dapat tergabung” kata Supandi.

Sepandi juga menjelaskan bahwa SPL menerapkan sistem plasma jadi jika ada yang hobi , berminat, tetapi tidak punya lahan maka SPL bisa membantunya.

“Dengan sistem plasma ini, dimungkinkan bagi para pemilik modal yang ingin membeli hewan ternak dan nanti kami yang akan mengurusnya dengan sistem bagi hasil,”katanya.(APK)