oleh

Kasus Dugaan Mesum Kades Cimenga Tidak Ada Kejelasan, Polres Lebak Didesak Turun Tangan

BN.com – Sejumlah pihak mempertanyakan kejelasan kasus dugaan mesum yang dilakukan oknum Kepala Desa (Kades) Cimenga, Kecamatan Cijaku, Lebak, berinisial AD (38). Pasalnya, kasus tersebut nyaris tidak terdengar kejelasan proses tindak lanjut dari kepolisian.

Seperti diungkapkan Aktifis Pemuda Wanasalam, Musa Weliansyah. Menurut dia, Polisian Resort (Polres) Lebak harus menindaklanjuti kasus dugaan mesum oknum Kades Cimenga ini, supaya kasus tersebut tidak seperti dipeti-es-kan, tidak ada kejelasan dan bahkan seakan tidak pernah terjadi.

“Polres Lebak harus turun tangan terkait kasus mesum yang diduga dilakukan oknum Kades Cimenga dengan istri orang lain di Kampung Pasir Nangka, Desa Katapangan, Kecamatan Wanasalam, supaya ada kejelasan,” ujar Musa. Senin (22/8/2016).

Menurut Musa, Polisi tidak ada alasan untuk menghentikan kasus tersebut dengan alasan apapun. Sebab, kata Musa, yang namanya menyelingkuhi istri orang lain itu sudah masuk kasus pidana.

“Adanya musyawarah mufakat antara pelapor dan terlapor itu hanya meringankan hukuman bukan berarti proses hukum harus terhenti, proses pidana harus tetap dijalankan,” tandas Musa.

Seperti diketahui, oknum Kades Cimengan berinisial AD digiring warga ke Mapolsek Wanasalam setelah tertangkap basah tengah tidur dengan istri orang lain di Kampung Pasir Nangka, Desa Katapang, Kecamatan Wanasalam, berinisial Jlh (36), Selasa (16/8/2016) lalu. Saat itu, sang Kades menggunakan motor pentaris Desa yang baru dibeli dengan uang Anggaran Dana Desa (ADD), mendatangi rumah Jlh yang sedang ditiggal kerja suaminya, sekira pukul 22.00 Wib.

Warga yang melihat AD masuk ke rumah Jlh merasa curiga, hingga akhirnya berinisiatif untuk mengintai dan mengintip apa yang dilakukan pasang bukan suami istri itu. Warga sontak kaget melihat aksi yang dilakukan AD dan Jlh, akhirnya warga memaksa AD keluar dari rumah dan menggiringnya ke Mapolsek Wanasalam.

Kala itu, Kapolsek Wanasalam AKP Riyadi tidak berkehendak menahan AD, dengan alasan pihak pelapor dalam hal ini suami Jlh tidak membuat laporan resmi kepada pihaknya. (red)

Berita Lainya