oleh

Kelurahan Kuranji Realisasi kan DAU Tambahan di Tiga Titik

CHANELBANTEN.COM | Kelurahan Kuranji, Kecamatan Taktakan Kota Serang, merealisasikan Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan tahap satu, dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur ditiga titik, yakni pembangunan paving block jalan lingkungan, Drainase dan Tembok Penahan Tanah (TPT) serta pemberdayaan masyarakat.

“Untuk pembangunan infrastruktur di RW 01 kami laksanakan pembanguan paving block jalan lingkungan, di RW 01 dan 02 Drainase, dan RW 03 TPT,” kata Kepala Kelurahan Kuranji, Dade Saatudin.

Dade mengakui, dalam pelaksanaan pekerjaannya, telah terjadi keterlambatan. Pasalnya ada perubahan penetapan lokasi yang sebelumnya sudah ditetapkan pada saat Musrembangdes, berbeda dengan pada saat pelaksanaan. Sebab, ada bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Perkim pada lokasi yang sama, sehingga harus ada yang di pindahkan.

“Ada bantuan dari Pemprov yang lokasinya sama. Akhirnya saya harus merubah lokasi DAU agar menghindari ketumpang tindihan pembangunan,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Dade. Guna menetapkan lokasi baru, pihaknya juga mengikuti saran dari Camat, yakni penetapan lokasi harus difokuskan pada satu RW terlebih dahulu. “Akhirnya disepakatilah penetapan lokasi di Rw 01, 02, dan Rw 03. Alhamdulillah saat ini sdh dalam tahap pelaksanaan,” ungkapnya.

Dade juga mejelaskan, untuk DAU tambahan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dana Bantuan Kelurahan tahap satu yang diterima pihaknya, saat ini sudah direalisasikan sebesar 50 persen untuk pembangunan Infrastruktur.

“Dana yang sudah realisasi tahap pertama 50 persen, dan kita gunakan untuk pembangunan Infrastruktur sebesar Rp150 juta,” jelas Dade.

Adapun untuk mekanisme realisasi anggaran DAU Tambahan, Dade mengungkapkan, dalam realisasinya, pencairan dana bantuan tersebut melalui rekening kelurahan yang kemudian dialirkan lagi ke rekeningnya BKM atau Pokmas selaku pengelolaan sekaligus pelaksanan pada kegiatan pembangunan infrastruktur.

“Pencairanya ditransfer melalui rekening kelurahan, kemudian dilakukanlah musyawarah dengan BKM ataupun Pokmas. Lalu dana ini akan dialirkan ke rekening BKM tau Kelompok Masyarakat (Pokmas) untuk kemudian dikelola ,” jelasnya.

Dede mengatakan, aturan pemanfaatan dana kelurahan tersebut telah diatur dalam Permendagri Nomor 130 Tahun 2018, tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan, dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan.

Namun, lanjut Dede. Permendagri Nomor 130 Tahun 2018 itu mengatur dua substansi pokok pemanfaatan dana kelurahan, yaitu pembangunan sarana dan prasarana kelurahan, dan pemberdayaan masyarakat di kelurahan sebagai pedoman pengelolaan kegiatan yang bersumber dari dana kelurahan untuk tahun anggaran 2019.

“Penggunaan dana diarahkan untuk berbagai hal, diantaranya pembangunan sarana dan prasarana kelurahan, pemberdayaan masyarakat di kelurahan untuk meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, juga digunakan untuk peningkatan kesejahteraan, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan pelayanan publik di tingkat kelurahan,” jelasnya. (Has/APK)

Berita Lainya