oleh

Soal MoU Pemkab Pandeglang dan PT GKB, Ketua Komisi IV : Penunjukan Pihak ke Tiga Harus Melalui Proses Lelang

CHANELBANTEN.com – Adanya kerjasama atau MoU (Memorandum Of Understanding) pengelolaan tempat wisata pantai Karang Sari, Carita antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dengan PT. Gunung Karang Berkah (GKB) ternyata tidak diketahui oleh DPRD Pandeglang.

Berita Terkait : Dongkrak PAD, Dinas Pariwisata Pandeglang Gandeng Swasta Kelola Tempat Wisata

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi IV Bidang Pariwisata DPRD Pandeglang E. Supardi.

Kepada chanelbanten.com, Supardi menyatakan bahwa pihaknya baik secara pribadi maupun lembaga tidak mengetahui jika sudah ada penunjukan (MoU-red) pengelolaan wisata Karang Sari, Carita kepada PT. GKB.

“Saya baik secara pribadi maupun secara lembaga tidak mengetaui adanya MoU antara Pemkab Pandeglang dengan pihak ke tiga (PT.GKB),” kata Supardi saat menghubungi chanelbanten.com,

Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, penunjukan pihak ketiga dalam pengelolaan tempat wisata seharusnya melalui proses tender atau lelang dan tidak asal tunjuk saja.

“Sekali pun yang dilakukan dinas untuk memenuhi pendapatan daerah (PAD) dari sektor wisata, namun penunjukan pihak ke tiga harus di tempuh melalui proses lelangnya jangan buru buru melakukan penunjukan langsung,” paparnya.

Menanggapi ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang Salman membenarkan bahwa kerjasama pengelolaan retribusi wisata pantai Karang Sari, Carita melalui penunjukan langsung.

Salman beralasan, proses penunjukan langsung karena sarat untuk dilakukan tender atau lelang tidak memenuhi syarat karena hanya ada dua perusahaan yang menyatakan siap untuk ikut lelang pengelolaan wisata Karang Sari.

“Sebetulnya, kita telah melakukan pengumuman lelang  selama tiga bulan, tapi tidak ada peminatnya dan yang masuk mengikuti lelang hanya 2 perusahan saja. Karena tidak memenuhi sarat kuota untuk di tender kan, kami mengambil satu dari penawaran tertinggi yakni PT Gunung Karang Berkah,” beber Salman.

Sebelumnya, Salman membeber nilai kontrak MoU yang telah disepakati dengan PT. GKB yakni sebesar Rp.266.000.000 dengan batas waktu yang telah disepakati. Selain melakukan kerjasama dengan pihak ketiga (Swasta), terang Salman, pihaknya juga melakukan upaya lain untuk mendongkrak dan memenuhi target PAD di sektor wisata.

Baca Juga : Diterpa Isu Tsunami, Pantai Carita Tetap Ramai Dikunjungi Wisatawan

“Iya,April tahun ini kita (Dinas Pariwisata) Pandeglang melakukan MoU (Memorandum Of Understanding) dengan PT. Gunung Karang Berkah untuk pengelolaan pantai Karang Sari,” kata.

Sementara itu di temui di kantornya Direktur PT. GKB Yudi Sutira membenarkan bahwa pihaknya sudah melakukan MoU dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang untuk pengelolaan retribusi parkir di Karang Sari.

Yudi membeber, nilai kontrak yang telah disepakati yakni sebesar Rp266 juta dengan sistem pembayaran 25 persen bayar dimuka.

“Saat ini perusahan kami baru memasukan sekitar 50 % dari yang 25% di muka, mudah mudahan di akhir minggu ini kita dapat melunasi sisanya,” ungkapnya. (Gus Saydan/Duy)

BERITA PILIHAN

Berita Lainya