oleh

Di Lebak, Ada 351 Jembatan Gantung Masih Rusak

CHANELBANTEN.com – Sebanyak 315 jembatan gantung yang tersebar di wilayah Kabupaten Lebak, masih dalam kondisi rusak. Hal itu diakui Bupati Lebak Iti Ocktavia Jayabaya saat peresmian jembatan gantung hasil pembangunan yang didanai salah satu perusahaan swasta, di Kampung Peujeuh, Desa Ciruji, Kecamatan Banjarsari, Lebak, Senin (5/9/2016).

Kata orang nomor satu di Kabupaten Lebak ini, jembatan merupakan salah satu konsen pembangunan pihaknya dalam menunjang roda perekonomian masyarakat Lebak yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

“Hingga saat ini masih ada sebanyak 351 jembatan gantung di Lebak yang kondisinya rusak,” ujar Iti saat memberikan sambutan.

Dikatakan Iti, masalah jembatan ini memang sulit untuk segera diselesaikan sebab anggaran terbatas, sehingga membutuhkan kepedulian semua pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, dunia usaha maupun swadaya masyarakat.

“Untuk menyelesaikan masalah jembatan di wilayah Kabupaten Lebak, butuh waktu hingga 18 tahun, sebab anggaran kita terbatas,” katanya.

Baca juga : 

Terkait jembatan Kampung Peujeuh, Iti berpesan, agar hasil pembangunan ini dipelihara dengan baik oleh semua kalangan.

“Jangan digunakan angkutan mobil, karena tidak akan bertahan lama,” tukasnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, pembangunan jembatan gantung di Kampung Peujeuh yang menelan anggaran sebesar Rp 250 juta ini sebenarnya tidak begitu menguras anggaran, jika dibandingkan dengan manfaat dari jembatan ini.

“Dengan adanya jembatan ini anak-anak bisa berangkat ke sekolah dengan nyaman. Petani bisa mengangkut hasil panen dengan nyaman,” katanya.

Kata Rano, dengan dibangunnya jembatan ini masyarakat patut bersyukur. Sebab perusahaan yang membiayai pembangunan jembatan ini bukan perusahaan lokal, yang sebenarnya jarang terjadi.

“Biasanya perusahaan itu mengutamakan bantuan untuk ring satu atau daerah dimana perusahaan itu berada. Ini patut kita apresiasi,” katanya. (almalik)

Berita Lainya