oleh

LPP Lebak: Menaikan Tarif Sepihak Oleh Oknum Kernet Adalah Tindakan Pemerasan

CHANELBANTEN.com l Ketua Lembaga Pemberdayaan Pemuda (LPP) Pilar Community, Egi Ramadhan mendesak pihak Dinas Perhubungan (Dishub) menindak tegas tindakan oknum kernet menaikan tarif secara sepihak. Sebab, tindakan tersebut dinilai merupakan tindakan pemerasan dan merugikan masyarakat.

“Menaikan tarif sampaj 100 persen oleh oknum kernet sama dengan tindakan pemerasan. Kasus semacam ini, dari tahun ke tahun menjelang mudik Lebaran selalu terjadi. Sehingga, pihak terkait harus bertindak tegas,” kata Egi, Kamis (30/5/2019).

Ia mengatakan, Dishub jangan hanya menunggu laporan dari masyarakat, tetapi lakukan pengawasan yang ketat serta serius. Sebab, jika hanya menunggu laporan itu akan sulit, karena jarang masyarakat yang mau melapor. Sekalipun ada yang berani, sulit untuk melakukannya.

“Kami, LPP sudah banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait mahalnya ongkos dari Rangkasbitung ke Lebak Selatan seperti Malingping, Binuangeun dan Cikotok. Bahkan, sadisnya ada oknum kernet yang tega menurunkan penumpang di jalan, karena tak membayar ongkos sesuai yang diinginkan kernet,” ucapnya.

Ia mengatakan, taif resmi saat ini, dari Rangkasbitung ke Malingping dan Cikotok itu hanya Rp 60 ribu sampai Rp 75 ribu saja. Tapi banyak penumpang yang dicekik sampai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Bahkan sudah terjadi ada penumpang yang diturunkan di tengah perjalanan karena tidak mau bayar ongkos sesuai keinginan kenek, ini kan namanya pemerasan.

Jika hal ini kembali terjadi dan Dishub tidak berani mengambil langkah tegas, Egi mengancam akan menerjunkan massa ke kantor Dishub Lebak guna melakukan aksi unjuk rasa.

“Sebagian banyak pemudik itu bukan karena dia banyak uang, kerjanya di kotanya juga serabutan. Mereka pulang kampung karena ingin berkumpul dengan keluarga dihari lebaran. Tetapi saat pulang, mereka diperas, ini yang membuat kami geram, maka Dishub jangan tinggal diam,” taandasnya. (Tanuwijaya)

Berita Lainya