oleh

Pembangunan Jalan Poros Desa Ujung Tebu Ganggu Aktivitas Warga

CHANELBANTEN.com – Pembangunan jalan poros desa di Kampung Ujung Tebu, Desa Ujung Tebu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang dikeluhkan warga. 

Ini lantaran, pembangunan jalan yang menghubungkan Kampung Ujung Tebu dengan Cibarunai tersebut mengganggu aktivitas warga. Soalnya, akses jalan ditutup sementara tidak ada jalan lain yang bisa dilintasi selain melewati jalur tersebut.

Seorang warga setempat Arifin mengatakan terganggunya aktivitas warga dengan pembangunan jalan, karena akses jalan tidak bisa dilintasi oleh kendaraan bermotor. 

“Jelas sangat menganggu karena tidak ada lagi jalan lain yang bisa dilintasi. Soalnya jalan itu satu-satunya yang menghubungkan ke pasar atau ke jalan besar, kalau jalan kaki lumayan jauh hampir 2 kilometer,” ujarnya

Apalagi lanjut dia, ketika ada warga yang harus dibawa ke rumah sakit, sementara jalan tidak bisa dilewati tentu saja hal ini menjadi masalah yang serius. Seharusnya, lanjut dia, pihak pelaksana pembangunan membuat jalan alternatif sementara yang bisa dilintasi kendaraan.

“Ini kan kerjaan terencana, harusnya pihak kontraktor bisa buatkan jalan sementara untuk bisa dilalui oleh motor, sebab jarak tempuh dari lokasi proyek ke kampung saya, lumayan jauh apa lagi ini bulan puasa, kami berharap agar kerjaan ini segera diselesaikan, aktifitas masyarakat sangat terganggu,” bebernya.

Keluhan juga disampaikan Kepala Desa Ujung Tebu, Sudrajat yang mengeluhkan dengan rusaknya halaman rumahnya yang digunakan parkir mobil beton untuk melangsir beton  yang akan di bawa ke lokasi proyek.

“Coran halaman rumah saya rusak akibat dipake parkir oleh mobil yang bermuatan beton, seharusnya sebelum beroperasi saya dikasih tahu terlebih dahulu tentang lahan saya yang akan digunakan untuk mengepok /melangsir beton. Ini mah kok kaya yang menggampangkan amat, masyarakat mengira kalau kerjaan itu punya saya, jadi ya tidak ada yang mau bertindak,” pungkasnya.

Sampai berita ini dipublikasikan chanelbanten.com terus berusaha untuk mengkonfimasi masalah ini ke pihak pelaksana. 

“Saya hanya tukang kuli pak, tidak berwenang untuk memberian stetmen, silahkan saja ke bos saya.” pungkasnya. (Anas/Duy)

BERITA PILIHAN

Berita Lainya