oleh

Pokja Wartawan Cilangkahan Kembali Gelar Workshop Jurnalistik

BN.com – Setelah sukses menggelar kegiatan workshop jurnalistik pelajar tingkat SMA se-Lebak Selatan yang digelar pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) beberapa waktu lalu, kini organisasi yang menaungi wartawan se-Lebak Selatan ini akan kembali menggelar acara serupa, yang akan dilaksanakan di SMKN 1 Bayah Agustus mendatang.

Selain menggelar workshop, Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Cilangkahan juga akan memberikan reward kepada pelajar yang telah ikut serta mengirimkan tulisan feature-nya kepada Pokja untuk diberikan penilaian terlebih dahulu.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pokja Wartawan Cilangkahan, Sohib Abdul Malik mengungkapkan, bahwa kegiatan workshop jurnalis ini sangat ditunggu oleh para pelajar, terutama yang sudah terlibat dalam ekstrakulikuler jurnalis sekolah. Hal itu, lanjut Pemred Berometerbanten.com ini, terlihat jelas dari antusias para pelajar dalam megikuti workshop jurnalistik yang telah digelar pihaknya beberapa waktu lalau.

“Awal tahun kita telah menggelar workshop sebanyak dua kali, yang pertama di SMAN 1 Wanasalam dan di SMAN 1 Bayah yang diikuti seluruh pejara se-Lebak Selatan. Antusiasnya cukup bagus, itu terlihat dari keseriusan para pelajar dengan membuktikan tulisannya yang di kirim ke email Pokja setelah mengikuti workshop. Tulisan-tulisan karya pelajar akan kami berikan penilaian, dan tentunya kami akan berupaya memberikan reward kepada pelajar yang tulisannya bagus,” katanya.

Dikatakan Sohib, workshop jurnalistik bagi pelajar ini penting diberikan kepada pelajar agar mereka mengenal dan memahami dunia jurnalistik sejak di bangku sekolah. Disamping itu, workshop jurnalistik juga dapat memberikan life skill (kecakapan hidup) kepada siswa. Apalagi, tidak semua lulusan sekolah dapat meneruskan pendidikannya. Artinya, apabila tidak meneruskan sekolahnya dengan bekal wawasan jurnalistik ini dapat menjadi bekal hidup setelah lulus.

“Dengan mengikuti workshop jurnalistik siswa dapat belajar menulis, setelah itu hasil tulisannya dapat dikirimkan ke berbagai media. Setelah dimuat di media massa, anak bisa merasakan hasil jerih payahnya. Sedangkan manfaat setelah lulus, jikalau meneruskan ke perguruan tinggi, jurnalistik dapat membantu tugas dalam menyusun karya ilmiah,” katanya.

Tidak hanya itu, kata Sohib, dengan jurnalistik dapat membantu pelajar dalam memahami mata pelajaran yang ada di sekolah, khususnya dalam mata pelajaran bahasa (Indonesia, Jawa, Inggris, Arab, dan lain-lain). Apalagi dalam kurikulum terbaru salah satu aspek penilaiannya adalah menulis. Dengan menulis siswa dengan mudah memahami sekaligus mempraktekkan langsung teori-teori menulis dalam pelajaran bahasa tersebut.

Di samping mengajari menulis, workshop jurnalistik juga melatih anak tampil lebih berani. Karena diantara materi jurnalistik adalah hunting (memburu) berita. Dalam mencari berita, anak harus berani wawancara dengan narasumber dari berbagai profesi, mulai dari tukang becak sampai presiden. Di sisi lain, jurnalistik juga mengajari anak agar lebih kritis terhadap apa yang terjadi di lingkungan.

“Dengan kata lain anak akan tanggap apa yang terjadi disekitarnya kemudian direfleksikan dalam bentuk tulisan. Tidak sedikit orang besar di negeri ini lahir dari jurnalis. Maka dengan kegiatan workshop jurnalis yang akan kita gelar nanti, kita bercita-cita dapat melahirkan jurnalis masa depan yang handal,” pungkasnya. (***)

Berita Lainya