oleh

Proyek Pembangunan Sumber Daya Air Cibinuangeun Disoal

CHANELBANTEN.COM | Proyek pembangunan prasarana sumber daya air pekerjaan penanganan sungai cibinuangeun yang dikerjakan oleh PT Mahkota Ujung Kulon (MUK) Dengan Anggaran APBD Provinsi Banten tahun 2018 Senilai Rp. 6.924.060.000.00, telah rampung dan meninggalkan tanah bekas galian didalam sungai.

Menurut Ucu Suhardi Ketua Umum LP KPK Komcab Kabupaten Lebak seharusnya PT MUK selaku pelaksana pada proyek tersebut menjaga lingkungan sungai dengan mengembalikan kondisi semula.

“Setelah saya ke lapangan melihat proyek Cibinuangeun, ko saya lihat tanah bekas galian banyak sekali yang berada tengah sungai. Seharusnya kontraktor mengeruk kembali dan mengembalikan seperti sediakala, agar tidak terjadi pendangkalan,”kata Ucu kepada chanelbanten.com, Jumat (26/10/2018).

Selain itu, Ucu juga menambahkan, pada pengerjaan temboknya pun terlihat banyak yang retak.

“Kami juga banyak menemukan tembok penahan tanah (TPT) banyak yang retak. Walaupun saat ini sudah banyak yang ditutupi dengan semen. Kami minta agar konsultan maupun Dinas terkait dan TP4D melakukan pengecekan lebih lanjut,” paparnya.

Terpisah, Udin bagian Pelaksana proyek pembangunan Cibinuangeun tersebut membantah jika lumpur tersebut sisa pengerjaan proyek.

“Oh, itu lumpur bukan bekas pengerjaan proyek, itu memang lumpur sungai yang ada timbul karena debit air sungainya yang surut, dan Beko juga masih ada. Kalau memang dari pengawas nanti seperti konsultan, dinas dan TP4D menyuruh untuk di keruk, ya nanti kami keruk, sekarang ini ketat dan tidak sembarangan, kami juga ga akan berani karena bisa kena denda,”.(Tanuwijaya/APK).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga