oleh

Ritual ‘Ngarengkong’ Kasepuhan Guradog Mengajarkan Makna Hemat dan tak Boros

CHANELBANTEN.com l Ritual ‘ngarengkong’, menyimpan padi hasil panen ke tempat lumbung padi (leuit) merupakan tradisi turun temurun warga kasepuhan adat Guradog, Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak atas rasa rasa syukurnya terhadap hasil panen.

Selain itu, tradisi ini juga memiliki nilai filosofi, dimana di dalamnya mengajarkan nilai agar kita hemat dan tidak boros.

Pada Selasa (7/5/2016), warga kasepuhan adat Guradog menggelar ritual ‘ngarengkong’. Acara tersebut, diiringi berbagai macam bunyi-bunyian dan tarian lokal. Masyarakat antusias membawa hasil panen padi dari sawah yang berjarak sekitar 1 Kilometer dari perkampungan menuju Leuit tempat penyimpanan padi oleh masyarakat adat Guradok.

Kasepuhan Adat Guradog, Abah Ono  mengatakan, ritual ‘ngunjal pare ti sawah’ merupakan budaya yang sudah dilaksanakn secara turun temurun di wilayah kasepuhan Guradog. Ini merupakan syukuran atas hasil panen, dimana bentuk ritual salah satunya berupa kegiatan menyimpan padi hasil di leuit.

“Ketika musim panceklik, masyarakat nantinya tidak kekuarangan bahan pangan,” kata Abah Ono.

Menurutnya, tahun ini panen yang dilakanakan oleh masyarakat kasepuhan, khususnya di blok Seuseupan mengalami peningkatan di bandingkan tahun sebelumnya. Atas rasa rasa syukur ini, masyarakat ada ksapuhan sebagaimana tradisi yang sudah di.laksanakan bertahun-tahun mengelar ritual ngarengkong.

“Alhamdulilah tahun ini hasilnya memuaskan. Terutama yang terletak di Blok Seuseupan,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi selaku putra adat Kasepuhan Guradog mengatakan, ritual tahunan yang dilaksanakan hari ini lebih meriah di badingkan tahu sebelumnya. Ia berharap, ritual adat yang sudah dilaksanakan beratus tahun lalu ini dapat terus dilestarikan oleh gernerasi sekarang.

“Masyarakat di Guradong patuh dan memegang teguh tradisi adat budaya lelulur. Antusiasme masyarakat Guradong sangat tinggi untuk ikut serta dalam acara ritual ngarengkong ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, padi yang dihasilkan dari ritual ngarengkong tidak boleh diperjual belikan. “Padi yang disimpan di leuit untuk cadangan atau untuk dipakai ketika ada acara adat di desa Guradog,” ucapnya. (RED)