oleh

Terkait Balai Nikah Gunakan Lahan Sawah Produktif, Ini Penjelasan Kemenag Banten

CHANELBANTEN.com | Kementerian Agama (Kemenag) Kantor Wilayah Banten, melalui Kepala Bidang Urais dan Binsyar Miftah, memberikan penjelasan terkait penggunaan lahan sawah produktif yang digunakan untuk membangun gedung balai nikah di Jalan Simpang-Beyeh, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Lebak.

“Sesuai sertifikat itu untuk gedung bangunan pemerintahan. Betul itu lahan sawah, tapi disekitarnya sudah banyak juga bangunan lainnya,” kata Miftah saat dihubungi wartawan, Senin (26/08/2019).

Namun dia mengakui, bahwa sampai saat ini Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk gedung tersebut belum ada. Katanya, masih dalam proses pembuatan.

“IMB masih proses. Mudah-mudahan nanti bangunannya selesai IMB-nya juga selesai,” katanya.

Baca Juga: Pembangunan Gedung Balai Nikah di Malingping Diduga Abaikan Perda Perlindungan PL2B

Dikatakan Miftah, meskipun lahan tersebut merupakan pesawahan dengan kontur lahan tanah yang labil, pihaknya tidak khawatir dengan kontruksi bangunan yang sedang dilaksanakan pihak kontraktor. Terlebih, kontruksi pondasi bangunannya juga sudah dilengkapi dengan bor pile.

“Pada bagian pondasi bangunan juga sudah dibuat bor pile sebanyak sembilan belas titik dengan kedalaman tiga meter,” katanya.

Dikatakannya lagi, soal pengawasan di lokasi pembangunan, selain sudah ada konsultan pengawas internal dan eksternal, ada juga pengawas dari Tim Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

“Kita sangat hati-hati dalam mengerjakan pembangunan ini. Mudah-mudahan pembangunan ini dapat selesai tepat waktu,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Malingping, yang berlokasi di Jalan Baru Simpang, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, diduga mengabaikan Perda Lebak no 3 tahun 2016 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

Soalnya, lahan yang digunakan merupakan sawah produktif yang seharusnya dipertahankan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten guna menghasilkan pangan pokok bagi kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional. (Red)

Komentar

Berita Lainya