oleh

Terminal Simpang Disewakan Dishub Lebak

CHANELBANTEN.com – Dinas perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak diduga sewakan terminal Simpang kepada pihak event organizer (EO) tertentu untuk sarana pasar malam. Pasalnya, sejak hampir sebulan ini, di fasilitas umum itu berjejer stand pedagang dilengkapi sarana bermain korsel.

Menurut informasi, para pedagang menyewa tempat stand dagangannya itu di atas Rp 1 juta selama pasar malam digelar.

Jaenudin, warga Malingping menyangkan penyalahgunaan fasilitas umum terseut. Seharusnya, kata Jaenudin, Dishub tidak segampang itu menyewakan tempat kepentingan umum itu.

“Ya itu mah murni usaha, stand di sini kan jumlahnya banyak, puluhan dan itu disewakan kepada para pedagang dengan nilai di atas satu juta rupiah. Dalam hal ini pihak Dishub Lebak meminjamkan tempat dilakukan secara sepihak saja. Bayangkan saja, biasanya kegiatan usaha itu berlangsung sebulan, tentunya pasti saya duga ada pemasukan buat dia,” katanya, Jumat (23/9/2016).

Kata Jaenudin, pihaknya tidak habis pikir dengan sikap Dishub Lebak itu yang melaksanakan pengelolaan aset daerah itu secara sepihak dengan melakukan peminjaman begitu saja.

“Saya juga tidak faham mekanismenya bagaimana, yang jelas lahan terminal itu milik pemerintah KabupatenLebak, sedangkan pengelola usaha itu kalangan swasta. Dan tentunya itu diduga ada pemasukan bagi Kadishub, karena pemasukan ini masuk kemana. Atau mungkin ini hanya dilakukan oknum Dishub secara pribadi saja,” ujarnya.

Kurang Ramai

Dihubungi terpisah, Kepala Dishub Lebak, Alkadri mengatakan, keberadaan terminal Simpang itu kurang ramai, sementara di satu sisi lahan terminal itu luas dan tidak terpakai. Sehingga, pihaknya mengijinkan pedagang berjualan di lahan terminal itu.

“Dan biasanya yang minta ijin ke saya itu pa Jaro Sukamanah,” ujar Alkadri.

Pihak pengelola EO, lanjut Alkadri, setiap akan menggelar pasar malam melalui kepala Desa Sukamanah selalu koordinasi terlebih dahulu dengan pihaknya.

“Mereka selalu koordinasi dengan saya jika mau pinjam tempat untuk usaha bazar atau korsel di terminal Malingping,” katanya. (ratu/almalik)

Berita Lainya