oleh

Wabup Lebak: “Kades Jangan Main-main dengan Dana Desa”

CHANEL BANTEN.com l Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi menekankan agar Kepala des (Kades) memahami aturan juklak dan juknis penggunaan Dana Desa dengan pendampingan TP4D. Tahun ini, diketahui alokasi Dana Desa sebesar Rp 400 Miliar.

“Jangan main-main dengan Dana Desa. Dalam pelaksanannya, saya tak ingin sampai ada masalah yang menimpa Kades diujung masa jabatannya mengenai Dana Desa,” kata Wabup saat acara rapat sosialisasi pendampingan Tim Pengaman dan Pengawal Pemerintahan Dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan rapat koordinasi pelaksanaan kegiatan penggunaan Dana Desa tingkat Kabupaten Lebak tahun 2019, di Aula Multatuli Pemkab setempat, Rabu (20/3/2019).

Ia mengaku, masih ada Kades yang menganggap Dana Desa itu sebagai fress money. Paradigma lama itu harus dihilangkan, karena sekarang ini adalah APBDesa.

“Jadi pengelolaannya harus transparan seperti ikan di aquarium,” pungkasnya.

Sebanyak 340 desa di Kabupaten Lebak, tahun ini mendapatkan alokasi Dana Desa sebesar Rp 400 Miliar. Anggaran tersebut, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Bantuan keuangan (Bakeu) Provinsi, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD) Kabupaten serta Dana Bagi Hasil (DBH) pajak dan retribusi daerah.

Total alokasi anggaran Dana Desa tahun 2019 mencapai Rp 400 Miliar. Anggaran itu masing-masing bersumber dari APBN sebesar Rp 286.755.343.000, APBD Kabupaten Rp 119.426.892.700, DBH pajak dan retribusi daerah Rp 9.619.682.210 dan Bankeu APBD Provinsi Banten sebesar Rp 17.000.000.000.

“Dana itu dialokasikan ke 340 desa dengan jumlah alokasi masing-masing desa berkisar antara Rp 1,1 miliar hingga Rp 3 miliar,” kata Wabup.

Namun, kata di, khusus Dana Desa sumber APBN, alokasinya masing-masing desa berkisar antara Rp 700 juta sampai dengan Rp 2,5 miliar yang diprioritaskan penggunaanya untuk bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Hal itu, berdasarkan Peraturan Menteri Desa (PermenDes) Nomor: 16 Tahun 2018 tentang prioritas pengggunaan Dana Desa tahun 2019, pembangunan infrastruktur pedesaan bergeser dengan prioritas untuk kegiatan usaha ekonomi produktif agar hasilnnya langsung dirasakan oleh masyarakat desa. 

Penggunaan Dana Desa harus diprioritaskan untuk pengembangan usaha ekonomi produktif. Dengan begitu, kegiatan dalam APBDesa bersumber dari Dana Desa yang terdiri dari kegiatan Usaha Ekonomi Masyarakat (UEM) bisa meningkatkan pendapatan masyarakat dan kegiatan Usaha Ekonomi Desa (UED) yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan asli desa. (RED)

Berita Lainya