oleh

Warga Jiput Protes Proyek Pembangunan Rehab Jalan Betonisasi

CHANELBANTEN.COM | Sejumlah Warga di Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang memprotes proyek pembangunan rehab betonisasi Jalan Jiput-Caringin.

Protes tersebut dilakukan warga, lantaran warga menduga rangka besi tidak standar yang biasa digunakan pada kontruksi betonisasi jalan Propinsi.

Disamping itu, warga juga kesal lantaran lambatnya pekerjaan yang berdampak terganggunya lalu lintas di wilayah setempat.

“Apa memang begini bestek dari pemerintah,”tanya Janim warga Jiput, kepada chanelbanten.com, Jumat (26/10/2018).

Menjawab pertanyaan warga, sejumlah pekerja mengaku hanya bekerja sesuai perintah pemborong. Untuk spesipikasi bestek proyek mereka tidak mengetahui.
“Saya cuma pekerja, soal itu tanyakan ke pemborong saja. Tapi besi yang tidak standar sudah di pulangkan kalau gak salah 75 rangka tapi sebagian nya sudah di pakai, tapi saya tidak tau kemana di pulangkanya, tutur pekerja proyek .

Warga yang lainnya, Ade Zein (45) juga menyampaikan hal serupa. Dia curiga proyek jalan benton sebesar Rp 24,704.385.100.00, yang dikerjakan PT Jasa Kontruksi Inter Nusa dibangun asal jadi.

“Apalagi badan jalan kerap dilintasi truk-truk bertonase tinggi. Setiap hari dilewati truk, tapi cuma di cor bukan dengan rangka besi standar sehingga dikhawatirkan jalan akan cepat rusak.

Sementara, Amo pengawas lapangan proyek jalan betonisasi membantah pengerjaan proyek betonisasi jalan dimaksud dibilang tidak sesuai spesifikasi. Dia mengaku telah melaksanakan proyek sesuai design.

“Kami kerja sesuai design memakai besi 8 standar jalan provinsi jika memang bapak ragu silahkan tanya ke PU karena pemakaian besi ini sudah setandar dan sudah di ketahui oleh dinas. Adapun waktu itu di Kampung Cijeruk pekerjaan di bongkar lagi itu murni kesalahan dari plant kelebihan pengeras beton jadi gak mau keras dan itu sudah di perbaiki,”ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Pegawai Dinas pekerjaan umum yang enggan di sebutkan namanya mengatakan besi hamparan untuk jalan provinsi itu harus besi sepuluh pul.

“Apa-apaan pakai besi delapan, emangnya jalan desa,”tandasnya.(Ade Mahroji/APK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga