oleh

Warga Penerima Ganti Rugi Lahan Tol Serang-Panimbang Dipungut Puluhan Juta

CHANELBANTEN.com – Sejumlah warga penerima uang ganti rugi lahan tol Serang-Panimbang di Desa Bungur Copong, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang mengeluhkan pungutan uang yang diduga dilakukan petugas Satuan Tugas (Satgas) pembebasan lahan.

Tak tanggung-tanggung, uang yang dipungut oleh oknum Satgas tersebut nilainya mencapai puluhan juta rupiah. Seperti yang diakui oleh seorang warga penerima ganti rugi lahan di Desa Bungur Copong berinisial Sk.

Menurut pengakuan Sk, uang dari hasil ganti rugi lahan yang pungut oleh Satgas berinisial Af nilainya sebesar Rp 40 juta. Sk mengaku, uang tersebut diserahkan kepada Af (Satgas-red) di rumahnya pada pekan lalu.

“Dia (Af-red) sendiri yang langsung mengambil uangnya ke rumah saya,” kata Sk.

Baca Juga : Pembayaran Pembebasan Lahan Proyek Waduk Karian Tak Jelas

Saat menyerahkan uang, lanjut Sk, dirinya sempat menanyakan kepada Af perihal pungutan uang tersebut. Af menjelaskan jika pungutan uang tersebut berdasarkan kesepakatan antara pemilik lahan yang sepakat dipotong sebesar 5 persen dari dana yang diterima.

“Saya sempat nanya sama Pak Af. Pak, ini kok pungutanya gede amat. Ini dasarnya apa, peruntukanya untuk apa. Kata si Af, uang yang dipungut itu sudah berdasarkan kesepakatan pemilik lahan. Karena, para pemilik lahan sudah tanda tangan sepakat dana yang diterimanya dipotong 5 persen” bebernya.

Masih kata Sk, dirinya memang pernah diminta untuk menandatangani surat perjanjian yang isinya bersedia dana yang diterima dari ganti rugi lahan dipotong 5 persen. 

“Awalnya kami di suruh tanda tangan surat perjanjian oleh satgas, jika tidak di tandatangani dokumen lahan saya yang terkena jalur tol tidak akan di proses dan tidak akan di cairkan. Namun, setelah saya tandatangani ternyata itu surat keterangan yang menyatakan potongan 5 persen dari nominal yang saya dapat,” urainya.

Saat dihubungi, Satgas pembebasan lahan Af mengakui telah meminta sejumlah uang kepada warga penerima uang ganti rugi. Ia mengaku, hanya menjalankan perintah daridari atasanya dan Kepala Desa (Kades)

“Perihal yang mengkolektif (memungut) uang dari warga benar saya yang mengambil uang tersebut. Uangnya sudah dibagikan Kades,” akunya.

Af mengaku, uang hasil pungutan dari warga terkumpul sebesar Rp 69 juta.

“Uangnya diatur langsung oleh kepala desa saya tidak peruntukanya untuk apa,” tandasnya.

KADES MEMBANTAH

Saat dihubungi, Kades Bungur Copong E. Hujaedi membantah telah mengatur dan merencanakan pungutan kepada warga penerima uang ganti rugi lahan.

“Saya tidak tau apa-apa terkait pungli itu, silahkan untuk Wartawan dan LSM  datang langsung dan menghubungi Ketua Satgas, saya juga tidak di beri apa-apa dari pembebasan lahan jalan tol,” kilahnya, (Gus Saydan/Duy)

Komentar

Berita Lainya